Sabtu, 10 Oktober 2015
Senin, 25 Mei 2015
Tugas makalah Ilmu Budaya Dasar BAB 3 - BAB 8
MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam
kesusastraan (BAB 3)
sampai dengan Manusia dan pandangan
hidup (BAB 8)
Nama : Amelia
Kelas : 1IA08
NPM : 50414943
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas limpahan Karunia,
Rahmat, dan Hidayah-Nya yang berupa kesehatan, sehingga makalah yang berjudul ‘
Ilmu Budaya Dasar Konsepsi
Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan (BAB 3) sampai dengan Manusia dan
pandangan hidup (BAB 8) ‘ ini dapat terselesaikan tepat
pada waktunya.
Makalah ini disusun sebagai
tugas individu mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Saya berusaha
menyusun makalah ini dengan segala kemampuan, namun saya menyadari bahwa makalah
ini masih banyak memiliki kekurangan baik dari segi penulisan maupun segi
penyusunan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun akan saya
terima dengan senang hati demi perbaikan makalah selanjutnya.
Semoga
makalah ini bisa memberikan informasi mengenai Ilmu Budaya Dasar tentang Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam
kesusastraan pada BAB 3 sampai dengan Manusia
dan pandangan hidup pada BAB 8 serta dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Atas perhatian dan kesempatan yang
diberikan untuk membuat makalah ini saya ucapkan terima kasih.
Depok, 10 Mei 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
i
Daftar Isi
ii
BAB 3 Konsepsi Ilmu
Budaya Dasar dalam kesusastraan
3.
Latar Belakang Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan
1
3.1 Pendekatan Kesusastraan
1
1. Pengertian sastra dan
seni
1
2. Peranan sastra
3
3. Hubungan sastra dan
seni dengan ilmu budaya dasar
3
3.2 Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan
prosa
3
1. Pengertian prosa
3
2. Jenis – jenis prosa
3
3. 5 Komponen dalam prosa
lama
3
4. 5 Komponen dalam prosa
baru
3
3.3 Nilai – nilai dalam prosa fiksi
4
1. Pengertian prosa fiksi
4
2. Nilai – nilai yang ada
dalam prosa fiksi
4
3. 2 Karya sastra
4
4. Contoh prosa
4
3.4 Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan
puisi
10
1. Pengertian puisi
10
2. Kreativitas penyair
dalam membangun puisinya
10
3. Alasan – alasan yang
mendasari penyajian puisi dalam IBD
10
4. Contoh puisi
10
4. Contoh puisi
Kesimpulan
12
Saran
12
BAB
4 Manusia dan cinta kasih
4.1 Pengertian cinta kasih
13
1. Pengertian cinta kasih
13
2. 3 Unsur tentang cinta
13
3. 3 Unsur dalam segitiga
cinta
14
4. 3 Tingkatan cinta
14
4.2 Cinta menurut ajaran agama
15
1. Bentuk cinta
15
2. Ayat – ayat al-quran
tentang cinta
16
4.3 Kasih sayang
16
1. Pengertian kasih sayang
16
2. Macam – macam cinta
kasih dari orang tua
16
3. Contoh – contoh tentang
kasih sayang
17
4.4 Kemesraan
17
1. Pengertian kemesraan
17
2. Puisi tentang kemesraan
17
4.5 Pemujaan
18
1. Pengertian pemujaan
18
4.6 Belas kasihan
18
1. Pengertian belas kasih
18
2. Cara – cara menumpahkan
belas kasih
18
4.7 Cinta kasih erotis
19
1. Pengertian cinta kasih
erotis
19
Kesimpulan
20
Saran
20
BAB
5 Manusia dan Keindahan
5.1 Keindahan
21
1. Pengertian keindahan
21
2. Perbedaan antara
keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai
sebuah benda tertentu yang indah
21
3. Keindahan yang seluas –
luasnya
21
4. Nilai estetik
22
5. Perbedaan nilai
ekstrinsik dan nilai instrinsik
22
6.
Pengertian tentang kontemplasi dan ekstansi
22
5.2 Renungan
23
1. Teori – teori dalam
renungan
23
5.3 Keserasian
26
1. Teori – teori
keserasian
26
Kesimpulan
27
Saran
27
BAB
6 Manusia dan Penderitaan
6.1 Pengertian penderitaan
28
1. Pengertian penderitaan
28
2. Contoh tentang
penderitaan
28
6.2 Siksaan
29
1. Pengertian siksaan
29
2. Phobia
30
3. 3 Siksaan yang sifatnya
psikis
30
4. Penyebab seseorang
merasa ketakutan
31
6.3 Kekalutan mental
32
1. Pengertian kekalutan
mental
32
2. Gejala – gejala
seseorang mengalami kekalutan mental
32
3. Tahap – tahap gangguan
kejiwaan
32
4. Sebab – sebab timbulnya
kekalutan mental
33
5. Proses – proses
kekalutan mental
34
6.4 Penderitaan dan perjuangan
34
1. Hubungan antara
penderitaan dan perjuangan
34
6.5 Penderitaan, media masa dan seniman
35
1. Hubungan antara
penderitaan , media masa dan seniman
35
6.6 Penderitaan dan sebab – sebabnya
36
1. Sebab – sebab timbulnya
penderitaan
36
6.7 Pengaruh penderitaan
36
1. Pengaruh yang akan
terjadi pada seseorang jika mengalami penderitaan
36
Kesimpulan
37
Saran
37
BAB
7 Manusia dan Keadilan
7.1 Pengertian keadilan
38
1. Pengertian keadilan
38
2. Makna keadilan
38
3. Contoh keadilan
38
7.2 Keadilan sosial
39
1. Sila dalam pancasila
yang ada hubungannya dengan keadilan sosial
39
2. 5 Wujud keadilan sosial
dalam perbuatan dan sikap
39
3.
8 Jalur pemerataan yang merupakan asas keadilan sosial
39
7.3 Berbagai macam keadilan
40
1. Macam – macam keadilan
40
7.4 Kejujuran
41
1. Pengertian kejujuran
41
2. Hakekat kejujuran
41
7.5 Kecurangan
42
1. Pengertian kecurangan
42
2. Sebab – sebab orang
melakukan kecurangan
43
7.6 Perhitungan (HISAB) dan pembalasan
43
1. Macam – macam
perhitungan dan pembalasan
43
7.7 Pemulihan nama baik
44
1. Pengertian tentang nama
baik
44
2. Hakekat pemulihan nama
baik
44
7.8 Pembalasan
45
1. Pengertian tentang
pembalasan
45
2. Penyebab pembalasan
45
3. Contoh pembalasan
45
Kesimpulan
46
Saran
46
BAB
8 Manusia dan pandangan hidup
8.1 Pengertian pandangan hidup dan ideologi
47
1. Pengertian pandangan
hidup
47
2. Macam – macam sumber
pandangan hidup
47
3. Pandangan hidup muslim
47
4. Pengertian ideologi
48
5. 2 Hak ideologi
48
8.2 Cita – cita
49
1. Pengertian tentang cita
– cita
49
2. Contoh cita – cita
50
8.3 Kebajikan
51
1. Pengertian tentang
kebajikan
51
2. Makna kebajikan
51
3. Faktor – faktor yang
menentukan tingkah laku seseorang
51
8.4 Usaha / Perjuangan
52
1. Pengertian usaha /
perjuangan
52
2. Ayat al-quran tentang
usaha / perjuangan
52
8.5 Keyakinan atau kepercayaan
52
1. 3 Aliran filsafat
52
2. Pengertian keyakinan
atau kepercayaan
53
8.6 Langkah – langkah berpandangan hidup yang
baik
53
1. Langkah – langkah
berpandangan hidup yang baik
53
Kesimpulan
54
Saran
54
Daftar
Pustaka
55
BAB 3
Konsepsi Ilmu
Budaya Dasar dalam kesusastraan
3. Latar Belakang Konsepsi Ilmu Budaya Dasar
dalam kesusastraan
Ilmu budaya dasar mempunyai kaitan dalam
kesusastraan, budaya merupakan hasil karya manusia begitu juga dalam
kesusatraan terdapat hubungan atara budaya dan kesusatraan karena sastra
merupakan hasil karya manusia yang terhubung dan erat kaitannya dalam
kebudayaan. Oleh karena itu pada bab ini akan dijelaskan mengenai hubungan ilmu
budaya dasar dalam kesustraan.
3.1 Pendekatan Kesusastraan
1.
Pengertian
sastra dan seni
A. Pengertian sastra
Secara etimologis kata sastra berasal
dari bahasa sansekerta, dibentuk dari akar kata sas- yang berarti mengarahkan,
mengajar dan memberi petunjuk. Akhiran –tra yang berarti alat untuk mengajar,
buku petunjuk..Secara harfiah kata sastra berarti huruf, tulisan atau karangan.
Kata sastra ini kemudian diberi imbuhan su- (dari bahasa Jawa) yang berarti
baik atau indah, yakni baik isinya dan indah bahasanya. Selanjutnya, kata
susastra diberi imbuhan gabungan ke-an sehingga menjadi kesusastraan yang
berarti nilai hal atau tentang buku-buku yang baik isinya dan indah
bahasanya.Selain pengertian istilah atau kata sastra di atas, dapat juga
dikemukakan batasan / defenisi dalam berbagai konteks pernyataan yang berbeda
satu sama lain. Kenyataan ini mengisyaratkan bahwa sastra itu bukan hanya
sekedar istilah yang menyebut fenomena yang sederhana dan gampang. Sastra
merupakan istilah yang mempunyai arti luas, meliputi sejumlah kegiatan yang
berbeda-beda. Kita dapat berbicara secara umum, misalnya berdasarkan aktivitas
manusia yang tanpa mempertimbangkan budaya suku maupun bangsa. Sastra dipandang
sebagai suatu yang dihasilkan dan dinikmati. Orang-orang tertentu di masyarakat
dapat menghasilkan sastra. Sedang orang lain dalam jumlah yang besar menikmati
sastra itu dengan cara mendengar atau membacanya.Batasan sastra menurut PLATO,
adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya
sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model
kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauhdari dunia
ide.ARISTOTELES murid PLATO memberi batasan sastra sebagai kegiatan lainnya
melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat. Menurut kaum formalisme Rusia,
sastra adalah sebagai gubahan bahasayang bermaterikan kata-kata dan bersumber
dari imajinasi atau emosi pengarang. Rene Welleck dan Austin Warren, memberi
defenisi bahasa dalam tiga hal :1. Segala sesuatu yang tertulis2. Segala
sesuatu yang tertulis dan yang menjadi buku terkenal, baik dari segi isi maupun
bentuk kesusastraannya.
B. Pengertian seni
Dalam bahasa Sanskerta,
kata seni disebut cilpa. Sebagai kata sifat, cilpa berarti berwarna, dan kata
jadiannya su-cilpa berarti dilengkapi dengan bentuk-bentuk yang indah atau
dihiasi dengan indah. Sebagai kata benda ia berarti pewarnaan, yang kemudian
berkembang menjadi segala macam kekriaan yang artistik. Cilpacastra yang banyak
disebut-sebut dalam pelajaran sejarah kesenian, adalah buku atau pedoman bagi
para cilpin, yaitu tukang, termasuk di dalamnya apa yang sekarang disebut
seniman. Memang dahulu belum ada pembedaan antara seniman dan tukang. Pemahaman
seni adalah yang merupakan ekspresi pribadi belum ada dan seni adalah ekspresi
keindahan masyarakat yang bersifat kolektif. Yang demikian itu ternyata tidak
hanya terdapat di India dan Indonesia saja, juga terdapat di Barat pada masa
lampau.
Dalam bahasa Latin pada abad
pertengahan, ada terdapat istilah-istilah ars, artes, dan artista. Ars adalah
teknik atau craftsmanship, yaitu ketangkasan dan kemahiran dalam mengerjakan
sesuatu; adapun artes berarti kelompok orang-orang yang memiliki ketangkasan
atau kemahiran; dan artista adalah anggota yang ada di dalam kelompok-kelompok
itu. Maka kiranya artista dapat dipersamakan dengan cilpa.
Ars inilah yang kemudian berkembang
menjadi l’arte (Italia), l’art (Perancis), elarte (Spanyol), dan art (Inggris),
dan bersamaan dengan itu isinyapun berkembangan sedikit demi sedikit kearah
pengertiannya yang sekarang. Tetapi di Eropa ada juga istilah-istilah yang
lain, orang Jerman menyebut seni dengan die Kunst dan orang Belanda dengan
Kunst, yang berasal dari akar kata yang lain walaupun dengan pengertian yang
sama. (Bahasa Jerman juga mengenal istilah die Art, yang berarti cara, jalan,
atau modus, yang juga dapat dikembalikan kepada asal mula pengertian dan
kegiatan seni, namun demikian die Kunst-lah yang diangkat untuk istilah
kegiatan itu).
Dari dulu sampai sekarang karya sastra
tidak pernah pudar dan mati. Dalam kenyataan karya sastra dapat dipakai untuk
mengembangkan wawasan berpikir bangsa. Karya sastra dapat memberikan pencerahan
pada masyarakat modern. ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan.
Di satu pihak, melalui karya sastra, masyarakat dapat menyadari masalah-masalah
penting dalam diri mereka dan menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab
terhadap perubahan diri mereka sendiri.
Sastra dapat memperhalus jiwa dan
memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi
pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian,
keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong
orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan
menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk
sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.
Selain melestarikan nilai-nilai
peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab
(masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan
nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan
mempertajam penalaran seseorang.
Sastra
tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta kasih kita kepada
sesama dan kepada sang pencipta. Dengan sastra manusia dapat mengungkapkan
perasaan terhadap sesuatu jauh lebih indah dan mempesona.
2.
Peranan sastra
Sastra mempunyai peranan yang lebih
penting, yaitu mempergunakan bahasa yang memiliki kemampuan untuk menampung
hampir semua pernyataan kegiatan manusia.Dalam usahanya untuk
memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat,manusia
mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta yang kemudian
melahirkan ilmu pengetahuan manusia dalam mempergunakan bahasa.
3.
Hubungan sastra dan seni dengan ilmu
budaya dasar
Masalah sastra
dan seni sangat erat hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi –
materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan
seni.Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.
3.2 Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan
prosa
1.
Pengertian prosa
Prosa
adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan
yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya
khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan
prosa baru.
2. Jenis – jenis prosa
Jenis-jenis prosa ada 5 diantaranya :
1.Prosa naratif
2.Prosa deskriptif
3.Prosa eksposisi
4.Prosa argumentative
1.Prosa naratif
2.Prosa deskriptif
3.Prosa eksposisi
4.Prosa argumentative
3.
5 Komponen dalam prosa lama
1.Dongeng
2.Hikayat
3.Sejarah
4.Epos
5.Cerita pelipur
1.Dongeng
2.Hikayat
3.Sejarah
4.Epos
5.Cerita pelipur
4. 5 Komponen
dalam prosa baru
1.Cerpen
2.Roman
3.biografi
4.Kisah
5.Otobiografi
1.Cerpen
2.Roman
3.biografi
4.Kisah
5.Otobiografi
3.3 Nilai-nilai dalam prosa fiksi
1. Pengertian prosa fiksi
Prosa
fiksi ialah kisah atau cerita yang diemban oleh pelaku-pelaku tertentu dengan pemeranan
latar serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil
imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita . rumusan yang dipaparkan
itu ialah rumusan dalam artian konvensional karena sebuah prosa fiksi
seringkali justru anti cerita dan tidak berplot. Dalam bentuk prosa fiksi yang
non konvensional itu, tujuan pengarang umumnya hanya ingin menampilkan gagasan
secara aktual lewat karya prosa yang ditampilkannya. Untuk meahaminya, pembaca
harus memilki bekal ilmu humanitas terutama psikologi dan filsafat.
2. Nilai-nilai yang ada dalam prosa fiksi
Nilai-nilai yang ada
dalam prosa fiksi :
1. Memberikan wawasan
2. Memberikan inforrmasi
3. Memberikan kesenangan
1. Memberikan wawasan
2. Memberikan inforrmasi
3. Memberikan kesenangan
3. 2 Karya sastra
·
Karya sastra yang menyuarakan aspirasi
zamanya, mengajak pembaca mengikuti yang dikehendaki zamannya.
·
Karya sastra yang menyuarakan gejolak
zamanya, mengajak pembaca untuk merenung.
4.
Contoh prosa
Contoh prosa fiksi:
Cerpen
: Umar Kayam
Mereka duduk bermalas-malasan di sofa. Marno dengan segelas scotch dan Jane dengan segelas martini. Mereka sama-sama memandang ke luar jendela.
“Bulan itu ungu, Marno.”
“Kau tetap hendak memaksaku untuk percaya itu ?”
“Ya, tentu saja, Kekasihku. Ayolah akui. Itu ungu, bukan?”
“Kalau bulan itu ungu, apa pula warna langit dan mendungnya itu?”
“Oh, aku tidak ambil pusing tentang langit dan mendung. Bulan itu u-ng-u! U-ng-u! Ayolah, bilang, ungu!”
“Kuning keemasan!”
“Setan! Besok aku bawa kau ke dokter mata.”
Marno berdiri, pergi ke dapur untuk menambah air serta es ke dalam gelasnya, lalu dia duduk kembali di sofa di samping Jane. Kepalanya sudah terasa tidak betapa enak.
“Marno, Sayang.”
“Ya, Jane.”
“Bagaimana Alaska sekarang?”
“Alaska? Bagaimana aku tahu. Aku belum pernah ke sana.”
“Maksudku hawanya pada saat ini.”
“Oh, aku kira tidak sedingin seperti biasanya. Bukankah di sana ada summer juga seperti di sini?”
“Mungkin juga. Aku tidak pernah berapa kuat dalam ilmu bumi. Gambaranku tentang Alaska adalah satu padang yang amat l-u-a-s dengan salju, salju dan salju.Lalu di sana-sini rumah-rumah orang Eskimo bergunduk-gunduk seperti es krim panili.”
“Aku kira sebaiknya kau jadi penyair, Jane. Baru sekarang aku mendengar perumpamaan yang begitu puitis. Rumah Eskimo sepeti es krim panili.”
“Tommy, suamiku, bekas suamiku, suamiku, kautahu …. Eh, maukah kau membikinkan aku segelas ….. ah, kau tidak pernah bisa bikin martini. Bukankah kau selalu bingung, martini itu campuran gin dan vermouth atau gin dan bourbon? Oooooh, aku harus bikin sendiri lagi ini …. Uuuuuup ….”
Dengan susah payah Jane berdiri dan dengan berhati-hati berjalan ke dapur. Suara gelas dan botol beradu, terdengar berdentang-dentang.
Dari dapur, “bekas suamiku, kautahu ….. Marno, Darling.”
“Ya, ada apa dengan dia?”
“Aku merasa dia ada di Alaska sekarang.”
Pelan-pelan Jane berjalan kembali ke sofa, kali ini duduknya mepet Marno.
“Di Alaska. Coba bayangkan, di Alaska.”
“Tapi Minggu yang lalu kaubilang dia ada di Texas atau di Kansas. atau mungkin di Arkansas.”
“Aku bilang, aku me-ra-sa Tommy berada di Alaska.”
“Oh.”
“Mungkin juga dia tidak di mana-mana.”
Marno berdiri, berjalan menuju ke radio lalu memutar knopnya. Diputar-putarnya beberapa kali knop itu hingga mengeluarkan campuran suara-suara yang aneh. Potongan-potongan lagu yang tidak tentu serta suara orang yang tercekik-cekik. Kemudian dimatikannya radio itu dan dia duduk kembali di sofa.
“Marno, Manisku.”
“Ya, Jane.”
“Bukankah di Alaska, ya, ada adat menyuguhkan istri kepada tamu?”
“Ya, aku pernah mendengar orang Eskimo dahulu punya adat-istiadat begitu. Tapi aku tidak tahu pasti apakah itu betul atau karangan guru antropologi saja.”
“Aku harap itu betul. Sungguh, Darling, aku serius. Aku harap itu betul.”
“Kenapa?”
“Sebab, seee-bab aku tidak mau Tommy kesepian dan kedinginan di Alaska. Aku tidak maaau.”
“Tetapi bukankah belum tentu Tommy berada di Alaska dan belum tentu pula sekarang Alaska dingin.”
Jane memegang kepala Marno dan dihadapkannya muka Marno ke mukanya. Mata Jane memandang Marno tajam-tajam.
“Tetapi aku tidak mau Tommy kesepian dan kedinginan! Maukah kau?”
Marno diam sebentar. Kemudian ditepuk-tepuknya tangan Jane.
“Sudah tentu tidak, Jane, sudah tentu tidak.”
“Kau anak yang manis, Marno.”
Marno mulai memasang rokok lalu pergi berdiri di dekat jendela. Langit bersih malam itu, kecuali di sekitar bulan. Beberapa awan menggerombol di sekeliling bulan hingga cahaya bulan jadi suram karenanya. Dilongokknannya kepalanya ke bawah dan satu belantara pencakar langit tertidur di bawahnya. Sinar bulan yang lembut itu membuat seakan-akan bangunan-bangunan itu tertidur dalam kedinginan. Rasa senyap dan kosong tiba-tiba terasa merangkak ke dalam tubuhnya.
“Marno.”
“Ya, Jane.”
“Aku ingat Tommy pernah mengirimi aku sebuah boneka Indian yang cantik dari Oklahoma City beberapa tahun yang lalu. Sudahkah aku ceritakan hal ini kepadamu?”
“Aku kira sudah, Jane. Sudah beberapa kali.”
“Oh.”
Jane menghirup martini-nya empat hingga lima kali dengan pelan-pelan. Dia sendiri tidak tahu sudah gelas yang keberapa martini dipegangya itu.
Lagi pula tidak seorang pun yang memedulikan.
“Eh, kau tahu, Marno?”
“Apa?”
“Empire State Building sudah dijual.”
“Ya, aku membaca hal itu di New York Times.”
“Bisakah kau membayangkan punya gedung yang tertinggi di dunia?”
“Tidak. Bisakah kau?”
“Bisa, bisa.”
“Bagaimana?”
“Oh, tak tahulah. Tadi aku kira bisa menemukan pikiran-pikiran yang cabul dan lucu. Tapi sekarang tahulah ….”
Lampu-lampu yang berkelipan di belantara pencakar langit yang kelihatan dari jendela mengingatkan Marno pada ratusan kunang-kunang yang suka bertabur malam-malam di sawah embahnya di desa.
“Oh, kalau saja …..”
“Kalau saja apa, Kekasihku?”
“Kalau saja ada suara jangkrik mengerik dan beberapa katak menyanyi dari luar sana.”
“Lantas?”
“Tidak apa-apa. Itu kan membuat aku lebih senang sedikit.”
“Kau anak desa yang sentimental!”
“Biar!”
Marno terkejut karena kata “biar” itu terdengar keras sekali keluarnya.
“Maaf, Jane. Aku kira scotch yang membuat itu.”
“Tidak, Sayang. Kau merasa tersinggung. Maaf.”
Marno mengangkat bahunya karena dia tidak tahu apa lagi yang mesti diperbuat dengan maaf yang berbalas maaf itu.
Sebuah pesawat jet terdengar mendesau keras lewat di atas bangunan apartemen Jane.
“Jet keparat!”
Jane mengutuk sambil berjalan terhuyung ke dapur. Dari kamar itu Marno mendengar Jane keras-keras membuka kran air. Kemudian dilihatnya Jane kembali, mukanya basah, di tangannya segelas air es.
“Aku merasa segar sedikit.”
Jane merebahkan badannya di sofa, matanya dipejamkan, tapi kakinya disepak-sepakkannya ke atas. Lirih-lirih dia mulai menyanyi : deep blue sea, baby, deep blue sea, deep blue sea, baby, deep blue sea ……
“Pernahkah kau punya keinginan, lebih-lebih dalam musim panas begini, untuk telanjang lalu membiarkan badanmu tenggelam dalaaammm sekali di dasar laut yang teduh itu, tetapi tidak mati dan kau bisa memandang badanmu yang tergeletak itu dari dalam sebuah sampan?”
“He? Oh, maafkan aku kurang menangkap kalimatmu yang panjang itu. Bagaimana lagi, Jane?”
“Oh, lupakan saja. Aku Cuma ngomong saja. Deep blue sea, baby, deep blue, deep blue sea, baby, deep blue sea ….”
“Marno.”
“Ya.”
“Kita belum pernah jalan-jalan ke Central Park Zoo, ya?”
“Belum, tapi kita sudah sering jalan-jalan ke Park-nya.”
“Dalam perkawinan kami yang satu tahun delapan bulan tambah sebelas hari itu, Tommy pernah mengajakku sekali ke Central Park Zoo. Ha, aku ingat kami berdebat di muka kandang kera. Tommy bilang chimpansee adalah kera yang paling dekat kepada manusia, aku bilang gorilla. Tommy mengatakan bahwa sarjana-sarjana sudah membuat penyelidikan yang mendalam tentang hal itu, tetapi aku tetap menyangkalnya karena gorilla yang ada di muka kami mengingatkan aku pada penjaga lift kantor Tommy. Pernahkah aku ceritakan hal ini kepadamu?”
“Oh, aku kira sudah, Jane. Sudah beberapa kali.”
“Oh, Marno, semua ceritaku sudah kau dengar semua. Aku membosankan, ya, Marno? Mem-bo-san-kan.”
Marno tidak menjawab karena tiba-tiba saja dia merasa seakan-akan istrinya ada di dekat-dekat dia di Manhattan malam itu. Adakah penjelasannya bagaimana satu bayang-bayang yang terpisah beribu-ribu kilometer bisa muncul begitu pendek?
“Ayolah, Marno. Kalau kau jujur tentulah kau akan mengatakan bahwa aku sudah membosankan. Cerita yang itu-itu saja yang kau dengar tiap kita ketemu. Membosankan, ya? Mem-bo-san-kan!”
“Tapi tidak semua ceritamu pernah aku dengar. Memang beberapa ceritamu sudah beberapa kali aku dengar.”
“Bukan beberapa, Sayang. Sebagian besar.”
“Baiklah, taruhlah sebagian terbesar sudah aku dengar.”
“Aku membosankan jadinya.”
Marno diam tidak mencoba meneruskan. Disedotnya rokoknya dalam-dalam, lalu dihembuskannya lagi asapnya lewat mulut dan hidungnya.
“Tapi Marno, bukankah aku harus berbicara? Apa lagi yang bisa kukerjakan kalau aku berhenti bicara? Aku kira Manhattan tinggal tinggal lagi kau dan aku yang punya. Apalah jadinya kalau salah seorang pemilik pulau ini jadi capek berbicara? Kalau dua orang terdampar di satu pulau, mereka akan terus berbicara sampai kapal tiba, bukan?”
Jane memejamkan matanya dengan dadanya lurus-lurus telentang di sofa. Sebuah bantal terletak di dadanya. Kemudian dengan tiba-tiba dia bangun, berdiri sebentar, lalu duduk kembali di sofa.
“Marno, kemarilah, duduk.”
“Kenapa? Bukankah sejak sore aku duduk terus di situ.”
“Kemarilah, duduk.”
“Aku sedang enak di jendela sini, Jane. Ada beribu kunang-kunang di sana.”
“Kunang-kunang?”
“Ya.”
“Bagaimana rupa kunang-kunang itu? Aku belum pernah lihat.”
“Mereka adalah lampu suar kecil-kecil sebesar noktah.”
“Begitu kecil?”
“Ya. Tetapi kalau ada beribu kunang-kunang hinggap di pohon pinggir jalan, itu bagaimana?”
“Pohon itu akan jadi pohon-hari-natal.”
“Ya, pohon-hari-natal.”
Marno diam lalu memasang rokok sebatang lagi. Mukanya terus menghadap ke luar jendela lagi, menatap ke satu arah yang jauh entah ke mana.
“Marno, waktu kau masih kecil ….. Marno, kau mendengarkan aku, kan?”
“Ya.”
“Waktu kau masih kecil, pernahkah kau punya mainan kekasih?”
“Mainan kekasih?”
“Mainan yang begitu kau kasihi hingga ke mana pun kau pergi selalu harus ikut?”
“Aku tidak ingat lagi, Jane. Aku ingat sesudah aku agak besar, aku suka main-main dengan kerbau kakekku, si Jilamprang.”
“Itu bukan mainan, itu piaraan.”
“Piaraan bukankah untuk mainan juga?”
“Tidak selalu. Mainan yang paling aku kasihi dahulu adalah Uncle Tom.”
“Siapa dia?”
“Dia boneka hitam yang jelek sekali rupanya. Tetapi aku tidak akan pernah bisa tidur bila Uncle Tom tidak ada di sampingku.”
“Oh, itu hal yang normal saja, aku kira. Anakku juga begitu. Punya anakku anjing-anjingan bernama Fifie.”
“Tetapi aku baru berpisah dengan Uncle Tom sesudah aku ketemu Tommy di High School. Aku kira, aku ingin Uncle Tom ada di dekat-dekatku lagi sekarang.”
Diraihnya bantal yang ada di sampingnya, kemudian digosok-gosokkannya pipinya pada bantal itu. Lalu tiba-tiba dilemparkannya lagi bantal itu ke sofa dan dia memandang kepala Marno yang masih bersandar di jendela.
“Marno, Sayang.”
“Ya.”
“Aku kira cerita itu belum pernah kaudengar, bukan ?”
“Belum, Jane.”
“Bukankah itu ajaib? Bagaimana aku sampai lupa menceritakan itu sebelumnya.”
Marno tersenyum
“Aku tidak tahu, Jane.”
“Tahukah kau? Sejak sore tadi baru sekarang kau tersenyum. Mengapa?”
Marno tersenyum
“Aku tidak tahu, Jane. Sungguh.”
Sekarang Jane ikut tersenyum.
“Oh, ya, Marno, manisku. Kau harus berterima kasih kepadaku. Aku telah menepati janjiku.”
“Apakah itu, Jane?”
“Piyama. Aku telah belikan kau piyama, tadi. Ukuranmu medium-large, kan? Tunggu, ya ……”
Dan Jane, seperti seekor kijang yang mendapatkan kembali kekuatannya sesudah terlalu lama berteduh, melompat-lompat masuk ke dalam kamarnya. Beberapa menit kemudian dengan wajah berseri dia keluar kembali dengan sebuah bungkusan di tangan.
“Aku harap kausuka pilihanku.”
Dibukanya bungkusan itu dan dibeberkannya piyama itu di dadanya.
“Kausuka dengan pilihanku ini?”
“Ini piyama yang cantik, Jane.”
“Akan kau pakai saja malam ini. Aku kira sekarang sudah cukup malam untuk berganti dengan piyama.”
Marno memandang piyama yang ada di tangannya dengan keraguan.
“Jane.”
“Ya, Sayang.”
“Eh, aku belum tahu apakah aku akan tidur di sini malam ini.”
“Oh? Kau banyak kerja?”
“Eh, tidak seberapa sesungguhnya. Cuma tak tahulah ….”
”Kaumerasa tidak enak badan?”
“Aku baik-baik saja. Aku …. eh, tak tahulah, Jane.”
“Aku harap aku mengerti, Sayang. Aku tak akan bertanya lagi.”
“Terima kasih, Jane.”
“Terserahlah. Cuma aku kira, aku tak akan membawanya pulang.”
“Oh”.
Pelan-pelan dibungkusnya kembali piyama itu lalu dibawanya masuk ke dalam kamarnya. Pelan-pelan Jane keluar kembali dari kamarnya.
“Aku kira, aku pergi saja sekarang, Jane.”
“Kau akan menelpon aku hari-hari ini, kan?”
‘Tentu, Jane.”
“Kapan, aku bisa mengharapkan itu?
“Eh, aku belum tahu lagi, Jane. Segera aku kira.”
“Kautahu nomorku kan? Eldorado”
“Aku tahu, Jane.”
Kemudian pelan-pelan diciumnya dahi Jane, seperti dahi itu terbuat dari porselin. Lalu menghilanglah Marno di balik pintu, langkahnya terdengar sebentar dari dalam kamar turun tangga.
Di kamarnya, di tempat tidur sesudah minum beberapa butir obat tidur, Jane merasa bantalnya basah.
3.4 Ilmu Budaya Dasar yang dihubungkan dengan
puisi
1. Pengertian puisi
Puisi
didefinisikan menjadi hasil seni sastra yang penyusunan kata-katanya sesuai
syarat tertentu dengan menggunakan sajak, irama ataupun makna kiasan. Selain
itu, Pengertian Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menggunakan
kata-kata, irama dan rima sebagai media penyampaian untuk mengekspresikan
perasaan dan pemikiran penyair, menciptakan ilusi dan imajinasi serta dapat
diubah dalam bentuk bahasa yang memiliki kesan yang mendalam. Dalam puisi,
keindahan ilusi dan penataan unsur bunyi merupakan gambaran gagasan oleh
penyair.
2. Kreativitas penyair dalam membangun puisinya
·
Figura bahasa (figurative language)
seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehinggga
puisi menjadi segar, hidup menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
·
Kata-kata
yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
·
Kata-kata yang berjiwa yaitu
kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman
jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
·
Kata-kata yang konotatif yaitu
kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi
tertentu.
·
Pengulangan, yang berfungsi untuk
mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan sehingga lebih menggugah hati
3.
Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi dalam IBD
Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi dalam
IBD :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual.
3. Puisi san keinsyafan sosial.
4. Contoh puisi
Dunia Untuk Pemimpi
Pengarang: Komarudin
Kategori: Kehidupan
Ceritakan
aku tentang surga..
Dan selir-selir disana..
Aku ini tak punya rupa..
Jangankan disana..
Duniapun menolakku..
Dan selir-selir disana..
Aku ini tak punya rupa..
Jangankan disana..
Duniapun menolakku..
Biar
aku sembunyikan wajahku..
Untuk sandaran putri tidur..
Sampai ia terbangun..
Menanti detak jantung kedua..
Sebuah kecupan pangeran buruk rupa..
Untuk sandaran putri tidur..
Sampai ia terbangun..
Menanti detak jantung kedua..
Sebuah kecupan pangeran buruk rupa..
Dongengkan
aku..
Tentang negri yang jauh..
Tentang hidup yang abadi..
Untuk nafas yang tak berhembus lagi..
Jalan panjang untuk pemimpi
Tentang negri yang jauh..
Tentang hidup yang abadi..
Untuk nafas yang tak berhembus lagi..
Jalan panjang untuk pemimpi
Kesimpulan
Masalah sastra dan seni sangat erat hubungannya
dengan ilmu budaya dasar, karena materi-materi yang diulas oleh ilmu budaya
dasar ada yang berkaitan dengan sastra dan seni.Budaya Indonesia sanagat
menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya. Latar belakang IBD dalam konteks
budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai
berikut :
1.
Kenyataan bahwa
bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya
yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari
ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
2.
Proses
pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif
dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya
sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
3.
Kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia,
menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung
sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya .
Saran
Ketika seseorang memiliki
ilmu budaya dasar dan sifat kesusastraan , pasti dapat membuat pelihat
hasil cipta karyanya menghayati dan melakukan hal positif dengan hasil
cipta karya yang di buat. untuk itu bagi seseorang yang telah mampu
melakukan hal tersebut yaitu membuat suatu cipta karya yang dapat di hayati
oleh orang lain dan membuat perubahan bagi pelihat hasil cipta karya saya hanya
memberi masukan sedikit, tuangkanlah hal-hal yang positif agar suatu ketika ada
pelihat hasil cipta karya dapat menirukan hal yang positif yang memiliki nilai
ke indahan, dan jangan buat cipta karya yang negatif yang dapat merusak
pemikiran manusia dan membuat manusia melakukan hal -hal yang positif.
BAB 4
Manusia dan cinta kasih
4.1 Pengertian cinta kasih
1.
Pengertian cinta kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia
karya W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa)
sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya.
Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh
belas kasihan, dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga
kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan
sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh
belas kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan
manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan
kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan
manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara
manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas,
mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.
2. 3 Unsur tentang
cinta
Pengertian
tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan
bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu:
·
Keterikatan.
Keterikatan adalah adanya perasaan untuk
hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang
lain kecuali dengan dia, kalau janji dengan dia harus ditepati.
·
Keintiman,
Keintiman yaitu adanya
kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan
dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, ibu,
saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan, sayang
dan sebagainya.Makan minum dari satu piring, cangkir tanpa rasa risi,
pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling
menyimpan rahasia dan lain-lainya.
·
Kemesraan.
Kemesraan, yaitu adanya rasa ingin
membelai dan dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya
ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang,dan seterusnya.
3. 3 Unsur dalam segitiga cinta

§ Pertama,
Intimasi. Intimasi adalah aspek emosi dari cinta. Intimasi pada awal hubungan
tumbuh dengan baik, tapi kalau tidak dirawat bisa menurun ke titik nol. Bila
relasi dan komunikasi tidak bertumbuh dengan baik intimasi menjadi mati.
§ Kedua,
Passion atau gairah. Ini adalah sisi motivasi dari segitiga cinta itu. Sisi
gairah ini punya peranan penting bagi perkembangan fisiologis dan keinginan
yang kuat untuk bersatu dengan yang dicintai. Pada mulanya passion bertumbuh
cepat dan sangat kuat, sampai tidak lama kemudian passion ini jadi kebiasaan.
Passion punya segi motivasi yang berkekuatan positif. Inilah yang memikat anda
kepada seseorang. Ini cepat berkembang dan bisa juga cepat mati. Sisi
negatifnya adalah jika hubungan sudah saling menyakitkan maka daya tarik tadi
lama kelamaan memudar.
§ Ketiga,
sisi komitmen. Ini merupakan sisi kognitif dari cinta. Komitmen adalah tekad
untuk memelihara cinta. Komitmen ini bertumbuh mulai dari taraf nol saat
pertama kali bertemu dengan yang dicintai, dan bertumbuh ketika semakin saling
mengenal satu dengan lainnya. Kuncinya saling mengenal dan menghargai. Bila
relasi melemah maka komitmen juga cenderung melemah.
4.
3 Tingkatan cinta
Seorang
ulama, Abdullah Nasih Ulwan membagi cinta menjadi tiga:
1. Mahabbah Ula (Cinta yang Utama)
1. Mahabbah Ula (Cinta yang Utama)
Ini adalah
cinta kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW.
2. Mahabbah Al Wustho’ ( Cinta yang menengah)
Ini adalah cinta kepada Ibu, Bapak, Istri,
Anak-anak, Perniagaan, Harta, dan sejenisnya
didunia. Dansemua cinta ini karena kita cinta kepada Allah SWT.
3. Mahabbah Al Adna (Cinta rendahan)
Ini adalah Mahabbah Al Wustho yang menggeser Mahabbah Ula.
4.2 Cinta menurut ajaran agama
1. Bentuk cinta
Berdasarkan
“Triangular Theory of Love” disebutkan beberapa bentuk-bentuk (wajah) cinta,
yaitu :
1.
Menyukai
(liking) atau pertemanan karib (friendship), yang cuma memiliki elemen
intimacy. Dalam jenis ini, seseorang merasakan keterikatan, kehangatan, dan
kedekatan dengan orang lain tanpa adanya perasaan gairah/nafsu yang menggebu
atau komitmen jangka panjang.
2.
Tergila-gila
(infatuation) atau pengidolaan (limerence), hanya memiliki elemen passion.
Jenis ini disebut juga Infatuated Love, seringkali orang menggambarkannya
sebagai “cinta pada pandangan pertama”. Tanpa adanya elemen intimacy dan
commitment, cinta jenis ini mudah berlalu.
3.
Cinta hampa
(empty love), dengan elemen tunggal commitment di dalamnya. Seringkali cinta
yang kuat bisa berubah menjadi empty love, yang tertinggal hanyalah commitment
tanpa adanya intimacy dan passion. Cinta jenis ini banyak dijumpai pada kultur
masyarakat yang terbiasa dengan perjodohan atau pernikahan yang telah diatur
(Era Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih?)
4.
Cinta romantis
(romantic love). Cinta jenis ini memiliki ikatan emosi dan fisik yang kuat
(intimacy) melalui dorongan passion.
5.
Cinta
persahabatan sejati (companionate love). Didapatkan pada hubungan yang telah
kehilangan passion tetapi masih memiliki perhatian dan intimacy yang dalam
serta commitment. Bentuk cinta seperti ini biasanya terjadi antar sahabat yang
berlawanan jenis.
6.
Cinta semu
(fatuous love), bercirikan adanya masa pacaran dan pernikahan yang sangat
bergelora dan meledak-ledak (digambarkan “seperti angin puyuh”), commitment
terjadi terutama karena dilandasi oleh passion, tanpa adanya pengaruh intimacy
sebagai penyeimbang.
7.
Cinta sempurna
(consummate love), adalah bentuk yang paling lengkap dari cinta. Bentuk cinta
ini merupakan jenis hubungan yang paling ideal, banyak orang berjuang untuk
mendapatkan, tetapi hanya sedikit yang bisa memperolehnya. Sternberg
mengingatkan bahwa memelihara dan mempertahankan cinta jenis ini jauh lebih
sulit daripada ketika meraihnya. Sternberg menekankan pentingnya menerjemahkan
elemen-elemen cinta ke dalam tindakan (action). “Tanpa ekspresi, bahkan cinta
yang paling besar pun bisa mati” kata Sternberg.
8.
Non Love, adalah
suatu hubungan yang tidak terdapat satupun dari ketiga unsur tersebut. hanya
ada interaksi namun tidak ada gairah, komitmen, ataupun rasa suka.
2. Ayat – ayat al-quran tentang cinta
§ Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka
mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan
jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka
melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya
dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).(2:165)
§ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada
apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik
(surga).(3:14)
4.3 Kasih
sayang
1.
Pengertian kasih sayang
Kasih sayang adalah
suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik mahluk
hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri berlandaskan
hati nurani yang luhur. Kita sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya
untuk terus memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain tanpa membedakan
saudara , suku, ras, golongan, warna kulit, kedudukan sosial, jenis kelamin,
dan tua atau muda.
2. Macam –macam
cinta kasih dari orang tua
Untuk kasih sayang antara orang tua dan
anak, adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan sang anak dalam
masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam - macam
demikian sebaliknya. Dari cara pemberian cinta kasih dapat dibedakan :
1. Orang tua bersifat
aktif, si anak bersifat pasif
Orang tua memberikan
kasih sayang baik moral dan materiil sebanyak- banyaknya. Sang anak hanya
menerima dan tidak memberikan respon. Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi
takut, kurang berani, dan tidak dapat menyampaikan pendapatnya dalam
masyarakat
2. Orang tua bersifat
pasif, si anak bersifat aktif
Disini, anak yang
memberikan kasih sayang kepada orang tua, namun orang tua hanya mendiamkan dan
tidak membalasnya.
3. Orang tua bersifat
pasif, si anak bersifat pasif
Orang tua hanya memenuhi
kebutuhan materi saja. Tingkah laku sendiri-sendiri dan tidak saling
memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin karena tidak adanya kasih
sayang antara orang tua dan anak.
4. Orang tua bersifat
aktif, si anak bersifat aktif
Orang tua dan anak
saling memberikan kasih sayang, sehingga mereka dapat saling menyayangi, saling
menghargai dan saling membutuhkan.
3. Contoh – contoh tentang kasih
sayang
Contoh kasih sayang antara anak dan orang tua yaitu, jika keduanya
sama-sama bersifat aktif dalam mencurahkan kasih sayang, hal yang dapat
mempengaruhi sang anak adalah prestasi yang cukup unggul dibandingkan
teman-temannya. Berani dan terbuka serta leluasa mengemukakan pendapat dalam
masyarakat. Serta dapat menghargai antar sesama. Contoh lainnya sepasang
kekasih yang saling mengasihi, dan lain - lain.
4.4 Kemesraan
1.
Pengertian kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang
akrab. Kemesraan adalah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang
sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya
merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
2. Puisi tentang kemesraan
Contoh puisi yang bertemakan kemesraan dengan judul “Episode” karya W.S
Rendra.
Kami duduk berdua
di bangku halaman
rumahnya
Pohon jambu di
halaman rumah itu
berbuah dengan
lebatnya
dan kami senang memandangnya
Angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran
Tiba-tiba ia bertanya:
”Mengapa sebuah kancing bajumu
lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa
Lalu ia sematkan
dengan mesra
sebuah peniti menutup
bajuku
Sementara itu
aku bersihkan
guguran bunga jambu
yang mengotori rambutnya
4.5 Pemujaan
1. Pengertian pemujaan
Pemujaan adalah salah
satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya, yang diwujudkan dalam bentuk
komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti,
nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta, tetapi Tuhan juga penghancur
segala, bila manusia mengabaikan perintahnya. Karena
itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan
ketakutan itu manusia memuja-Nya. Dalam
surat Al-Mu'minin ayat 98 dinyatakan: "Dan aku berlindung kepada-Mu. Ya
Tuhanku, dari kehadiran-Nya di dekatku". Karena itu jelaslah bagi kita
semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan
pencipta alam semesta termasuk pencipta manusia itu sendiri.
4.6 Belas kasihan
1. Pengertian belas kasih
Belas kasih adalah emosi
manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati,
perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain.
2. Cara-cara
menumpahkan belas kasih
Dalam kehidupan, banyak sekali yang harus kita
kasihani dan banyak pula cara yang dapat kita lakukan untuk menumpahkan belas
kasih tersebut. Yang perlu kita kasihani yaitu : yatim piatu, orang-orang
jompo yang tidak memiliki ahli waris, pengemis yang benar-benar tidak mampu
bekerja, orang sakit dirumah sakit, orang cacat, masyarakat yang hidup
menderita dan sebagainya.
Berbagai macam orang memberikan belas kasihan
tergantung pada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, barang, makanan,
pakaian dan lain-lain. Sungguh, alangkah baiknya jika kita dapat lebih
berempati terhadap orang yang membutuhkan.
4.7 Cinta kasih erotis
1. Pengertian cinta kasih erotis
Cinta kasih erotis yaitu
kehausan akan penyatuan dengan seseorang secara sempurna. Bersifat ekslusif,
bukan universal, pertama-tama cinta kasih erotis kerap kali di campurbaurkan
dengan pengalaman yang berupa jatuh cinta. Tetapi seperti yang telah dikatakan
terlebih dahulu, pengalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada
hakekatnya hanya sementara.
Keinginan seksual menuju kepada penyatuan diri, bukan
merupakan nafsu fiksi belaka. Rupanya, keinginan seksual dapat dengan mudah di
dicampuri oleh perasaan yang mendalam. Dalam cinta kasih erotis terdapat
eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta
kasih keibuan, sering kali eksklusivitas dalam cinta kasih erotis di salah
tafsirkan dan di artikan sebagai suatu ikatan hak milik, contohnya seperti
sepasang kekasih yang saling mencintai tanpa merasakan cinta kasih terhadap
orang di sekelilingnya.
Cinta kasih erotis apabila benar-benar cinta kasih,
mempunyai satu pendirian, yaitu: seseorang akan sungguh-sungguh mencintai dan
mengasihinya dengan jiwa yang sedalam-dalamnya dan menerima pribadi orang lain.
Cinta kasih hanya di anggap sebagai hasil suatu reaksi emosional dan spontan.
Dengan demikian, cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun
pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari perbuatan kemauan.
Kesimpulan
Kesimpulan yang bisa saya ambil pada materi di bab 4
ini yaitu :
1.
Cinta kasih dapat diartikan sebagai
perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas
kasih. Walaupun cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan
manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan
kelurga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan
manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara
manusia dengan Tuhanya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas,
mengikuti perintahNya, dan berpegang teguh pada syariatNya.
2.
Kasih
sayang adalah suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan
baik mahluk hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri berlandaskan
hati nurani yang luhur.
3.
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya, yang
diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual.
4.
Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan dengan seseorang secara
sempurna. Bersifat ekslusif, bukan universal, pertama-tama cinta kasih erotis
kerap kali di campurbaurkan dengan pengalaman yang berupa jatuh cinta.
Saran
Diharapkan setelah
mempelajari dan memahami di bab 4 ini tentang manusia dan cinta kasih,
mahasiswa dapat:
1.
Mengetahui pengertian
manusia dan cinta,
2.
Mengetahui tanda-tanda
cinta,
3.
Mengetahui cinta
dalam ajaran agama seperti apa,
4.
Mengetahui macam-macam
cinta, dan
5.
Mengetahui
bagaimana mewujudkan cinta kasih.
BAB 5
Manusia dan Keindahan
5.1
Keindahan
1. Pengertian keindahan
Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan adalah sifat
dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang,
cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari
estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang
ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan
dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
2. Perbedaan antara keindahan
sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah
Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu
kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan
ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the
beautiful (benda atau hal yang indah). Sebenarnya sulit bagi kita untuk
menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak
dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah
dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain,
keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.
Menurut saya, suatu abstrak gini biasanya sifatnya Subjektif .
3.
Keindahan yang seluas – luasnya
The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan
dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut
watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan
keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
§
keindahan seni
§
keindahan alam
§
keindahan moral
§
keindahan intelektual.
4.
Nilai estetik
Nilai Estetik adalah :
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang
Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis
nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan
sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam
pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and
Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :
‘”The believed Capacity of any object to
saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of
interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu
benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang
menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah
semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari
kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu
sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai
terbukti letak kebenarannya.
5. Perbedaan nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik
Perbedaan nilai ekstrinsik dan
nilai intrinsik adalah :
§
Nilai ekstrinsik adalah :sifat baik dari suatu benda sebagai alat
atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (”instrumental! Contributory value”),
yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya puisi, bentuk
puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai
ekstrinsik
§
Nilai intrinsik adalah :sifat baik dari benda yang bersangkutan,
atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya
: pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi
itu disebut nilai intrinsik .
6. Pengertian tentang kontemplasi dan ekstansi
§
Kontemplasi
adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan
suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk
mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil
penciptaan.
§
Ekstansi
adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu
yang indah
5.2 Renungan
1. Teori – teori dalam renungan
RENUNGAN
Renungan
berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan
sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk
menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah :
§ TEORI
PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is
an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan
manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang
seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling
terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang
telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion
and General Linguistic”. Beliau antara lain menyatakan bahwa “art is expression
of impressions” (Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah
sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh
melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran
angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud sebagai
gambaran angan-angan seperti misalnya images wama, garis dan kata. Bagi
seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu
adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain
adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.
§ TEORI
METAFISIK
Teori semi yang bercorak metafisis
merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang
karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi
keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori
peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan rnetafisika Plato yang
mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi.
Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan
cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia
hanyalah merupakan mimemis (timan) dari realita duniawi Sebagai contoh Plato
mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi dan indah sempurna ciptaan Tuhan.
Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang merupakan
ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu
dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan
dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat
menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara
Republik yang ideal menurut Plato.
§ TEORI
PSIKOLOGIS
Teori-teori metafisis dari para filsuf
yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide
tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau
abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah
teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya
dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan
psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan
bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk
terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan
itu. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang
dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer
(1820-1903).
§ TEORI
KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi dan
dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok,
kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan
seimbang. Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian hams dipadukan
warnanya bagian atas dengan bagian bawah, atau disesuaikan dengan kulitnya.
§ TEORI
OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika
menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif dan
teori subyektif. Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah
mengenai sifat dasar dari keindahan. Apakah keindahan menampakan sesuatu yang
ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam alarn pikiran orang yang
mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua
kelompok teori yang terkenal sebagai teori obyektif dan teori subyektif.
Pendukung teori obyektif adalah Plato,
Hegel dan Bernard Bocanquat, sedang pendukung teori subyektif ialah Henry Home,
Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke. Teori obyektif berpendapat, bahwa
keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualitas)
yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari
orang yang mengamatinya. Pengamatan orang hanyalah mengungkapkan sifat-sifat
indah yang sudah ada pada sesuatu benda dan sama sekali tidak berpengaruh untuk
menghubungkan. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri khusus manakah yang membuat
sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik, salah satu jawaban
yang telah diberikan selama berabad-abad ialah perimbangan antara bagian-bagian
dalam benda indah itu. Pendapat lain menyatakan, bahwa nilai estetik itu
tercipta dengan terpenuhinya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu
benda.Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan
suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam din seseorang yang
mengamati sesuatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada
pencerapan dari si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda
mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat
memperoleh sesuatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda indah itu.
Yang tergolong teori subyektif ialah yang memandang keindahan dalam suatu
hubungan di antara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya
seperti misalnya yang berupa menyukai atau menikmati benda itu.
§ TEORI
PERIMBANGAN
Teori obyektif memandang keindahan
sebagai suatu kualitas dari benda-benda. Kualitas bagaimana yang menyebabkan
sesuatu benda disebut indah telah dijawab oleh bangsa Yunani Kuno dengan teori
perimbangan yang bertahan sejak abab 5 sebelum Masehi sampai abab 17 di Eropa. Sebagai
contoh bangunan arsitektur Yunani Kuno yang berupa banyak tiang besar. Dalam
dunia ini dipenuhi dengan apa yang kita sebut keindahan, contohnya pemandangan
alam sekitar kita. Tetapi apakah yang terjadi pada alam sekitar kita sekarang
??? Bagi teman-teman yang hidup di perkotaan pastilah dapat membekan segala
sesuatu yang terjadi antara di perkotaan dan di desa saat ini. Salah satu
contoh yang amat jelas terjadi antara perkotaan dan pedesaan adalah pada
keadaan alam sekitarnya.
Apa yang terjadi pada keadaan sekitar
perkotaan dan pedesaan ??? Keadaan alam di desa yang masih asri, indah sejuk,
dan damai dapat memberikan ketenangan pada jiwa kita, biarpun efeknya tidak
terjadi secara langsung. Namun lain halnya pada perkotaan, keadaan alam yang
dapat dibilang sangat buruk, karena penuh polusi dan penduduk yang sangat
banyak terutama pada kendaraan bermotor yang mereka miliki yang setiap hari
senantiasa berlalu-lalang pada jalan-jalan raya di perkotaan.Sampah-sampah
rumah tangga yang menumpuk, suara bising yang di hasilkan oleh mesin-mesin
kendaraan bermotor mereka, udara yang hitam pekat karena hasil pembakaran dari
sebuah bahan bakar mesin kendaraan mereka yang dapat membahayakan kesehatan
kita sendiri membuat kita semakin merasa jenuh akan kehidupan sehari-hari kita.
Pasti itulah yang kalian pernah rasakan bukan ??
Kota pada saat ini kehilangan
keindahannya. Kota sebagai tempat utama suatu negara yang banyak di kagumi oleh
warga negaranya haruslah memiliki keadaan alam yang sebanding dengan pedesaan. Kenapa
demikian ??? Karena pada perkotaanlah banyak orang-orang yang bermukim untuk
mencari nafkah untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka. Penduduk perkotaan
jauh lebih banyak dari pada penduduk pedesaan, jadi karena itu keadaan
perkotaan haruslah sama seperti keadaan pedesaan yang sejuk, indah, asri, dan
tenang sehingga setiap orang pastilah dapat merasa tenang dalam menjalankan
kehidupannya sehari-hari dan juga kita dapat terhindar dari polusi-polusi
kendaraan bermotor yang selama ini kita hirup bersama oksigen yang dapat
membunuh kita secara perlahan-lahan.
Mungkin sangatlah sulit bagi perkotaan
untuk menyamai keindahan dipedesaan, tapi apa salahnya kita coba sedikit demi
sedikit, dari hal yang paling kecil pada setiap kehidupan kita, seperti tidak
membuang sampah sembarangan, menanam pohon disekitar halaman rumah kita, jangan
menebang atau merusak tanaman dan pepohonan, meminimalisir penggunaan kendaraan
bermotor yang mengeluarkan polusi dan penggunaan AC pada rumah, dan lain
sebagainya. Jika setiap dari kita melakukan hal tersebut, bukan tidak mungkin
beberapa tahun kedepan keadaan perkotaan kita bisa menyamai keindahan pedesaan.
5.3 Keserasian
1. Teori – teori keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi
dan kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Keindahan
adalah suatu kumpulan hubungan yang serasi pada suatu benda dan diantara benda
itu dengan si pengamat. Filsuf Inggris Herbert Read merumuskan
definisi bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat
diantara pencerapan-pencerapan indrawi kita (beauty is unity of formal
relations among our sense-perception).
Keserasian adalah perpaduan, pertentangan, ukuran,
seimbang. Terdapat 2 teori keserasian :
§ Teori objectif dan subjectif
Teori Objectif berpendapat
bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat
(kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas
dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel
Teori Subjectif menyatakan
bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada
hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya
adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry
§ Teori Perimbangan
Dalam arti yang
terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka,
keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa
keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari
daya hidup, penggembaraan, dan pelimpahan.
Teori pengimbangan
tentang keindahan dari bangsa Yunanai Kuno dulu dipahami dalam arti terbatas,
yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka-angka. Keindahan dianggap
sebagai kualita dari benda-benda yang disusun (mempunyai bagian-bagian).
Hubungan dari bagian-bagian yang menciptakan keindahan dapat dinyatakan sebagai
perimbangan atau perbandingan angka-angka.
Teori ini hanya berlaku
dari abad ke-5 sebelum Masehi sampai abad ke-17 Masehi selama 22 abad. Teori
tersebut runtuh karena desakan dari filsafat empirisme dan aliran-aliran
termasuk dalam seni.
Kesimpulan
Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang
menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda-benda.
Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta
dan tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya hidup, penggambaran,
pelimpahan dan pengungkapan perasaan. Karena itu tidak mungkin disusun teori
umum tentang keindahan.
Saran
Pendapat saya mengenai hubungan antara manusia dan
keindahan yaitu pada dasarnya keindahan yang dapat dirasakan setiap manusia
berbeda-beda tergantung dari pandangan manusia tersebut akan suatu hal yang
dapat membuatnya merasa tentram dan nyaman. hal yang membuat pandangan dari
masing-masing manusia berbeda-beda yakni kadar pengetahuan manusia itu sendiri
akan nilai estetika. karena perbedaan inilah penilaian seseorang akan suatu
karya seni ataupun pemandangan dapat berbeda-beda.
BAB 6
Manusia dan
Penderitaan
6.1
Pengertian penderitaan
1. Pengertian penderitaan
Penderitaan
adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan yang
dapat di rasakan oleh manusia. Setiap manusia pasti pernah mengalami
penderitaan baik secara fisik maupun batin. Penderitaan juga termasuk realitas
dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang
berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat
tidaknya suatu intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang di anggap
penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan suatu penderitaan bagi orang
lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi
seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagian.
Memang harus diakui, di antara kita dan dalam masyarakat masih terdapat banyak
orang yang sungguh-sungguh berkehendak baik, yaitu manusia yang merasa prihatin
atas aneka tindakan kejam yang ditujukan kepada sesama manusia yang tidak saja
prihatin, melainkan berperan serta mengurangi penderitaan sesamanya, bahkan
juga berusaha untuk mencegah penderitaan atau paling tidak menguranginya, serta
manusia yang berusaha keras tanpa pamrih untuk melindungi, memelihara dan
mengembangkan lingkungan alam ciptaan secara berkelanjutan. Ada keinginan
alamiah manusia untuk menghindari penderitaan. Tetapi justru penderitaan itu
merupakan bagian yang terkandung di dalam kemanusiaannya.
2. Contoh tentang penderitaan
Di bawah ini adalah beberapa contoh
penderitaan yang mungkin sering kita lihat di lingkungan kita :
·
Pemutusan hak
kerja
Bagi orang yang sudah
berkeluarga mungkin penderitaan ini yang paling di takutkan apalagi bagi
seorang ayah yang mempunyai kewajiban menafkahi keluarganya,hal ini akan
berdampak buruk tidak hanya bagi sang ayah namun juga bagi keluarganya.
·
Kehilangan orang
tua
Hubungan kita dengan
orang tua merupakan suatu hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan
diharapkan bisa memahami makna kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha
menggantikan posisinya demi mendukung pasangan. Antara lain dengan cara selalu
berada di dekatnya, menjadi pendengar yang baik, dan selalu siap membantunya.
·
Kemiskinan
Dalam hal ini mungkin
semua orang menderita mengalami kemiskinan.namunmiskin disini bukan miskin
melarat melainkan hidup pas-pasan.bagi sebagaian orang hidup seperti
itu tidak enak namun bagi orang lain mungkin hidup seperti itu lebih baik
dari pada berlimpah harta namun anggota keluarga tidak bahagia,semua di
atur oleh uang,sibuk dengan tugas masing”,tidak
ada komunikasi.hal itu di buktikan dengan adanya kata-kata ” makan ga
makan yang penting kumpul”.
·
Bencana
Tidak ada yang dapat
menghindari sebuah bencana yang diberikan oleh Allah SWT. Bencana yang datang
dapat menghilangkan sebagian ataupun seluruh harta benda yang ada, bahkan
dapat mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma yang diakibatkan oleh
bencana juga sulit untuk dipulihkan. Hal ini membutuhkan banyak waktu untuk
seseorang kembali bangkit dan hidup normal dengan membangun kehidupannya
seperti sedia kala.
6.2
Siksaan
1. Pengertian siksaan
Siksaan merupakan suatu penderitaan
yang diterima oleh seseorang. Penderitaan itu sendiri berbentuk penganiayaan.
Seseorang mengalami penganiyaan yang membuatnya mendapat siksaan dan merasa
tersiksa. Kenyamanan tentu saja tidak dapat oleh seseorang yang mengalami
siksaan tersebut. Dengan siksaan yang didapat oleh seseorang, pastilah akan
membuat orang itu mendapat luka baik luka fisik maupun luka hati atau yang
lebih terkenal dengan nama ‘sakit hati’.
Bahkan tidak hanya luka yang
didapat oleh orang yang disiksa. akan tetapi juga tidak sedikit dendam yang
timbul dari orang yang disiksa tersebut terhadap orang yang menyiksanya. Oleh
karena itu mestinya tak ada lagi orang yang semena-mena menyiksa orang lain
agar tak timbul lagi suatu dendam. Yaitu dengan membuat peraturan atau hukum
yang sudah ada seprti sekarang ini.
Penyiksaan hampir secara universal
telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti dinyatakan
Deklarasi Hak Asasi Manusia. Para penandatangan Konvensi Jenewa Ketiga dan
Konvensi Jenewa Keempat telah menyetujui untuk tidak melakukan penyiksaan
terhadap orang yang dilindungi (penduduk sipil musuh atau tawanan perang) dalam
suatu konflik bersenjata. Penanda tangan UN Convention Against Torture juga
telah menyetujui untuk tidak secara sengaja memberikan rasa sakit atau
penderitaan pada siapapun, untuk mendapatkan informasi atau pengakuan,
menghukum, atau memaksakan sesuatu dari mereka atau orang ketiga. Walaupun
demikian, organisasi-organisasi seperti Amnesty International memperkirakan
bahwa dua dari tiga negara tidak konsisten mematuhi perjanjian-perjanjian
tersebut.
2. Phobia
Secara
umum, phobia adalah rasa ketakutan kuat (berlebihan) terhadap suatu benda,
situasi, atau kejadian, yang ditandai dengan keinginan untuk ngejauhin sesuatu
yang ditakuti itu.Bedanya sama rasa takut biasa adalah, hal yang ditakuti
sebenarnya nggak menyeramkan untuk sebagain besar orang.
Phobia terjadi karena adanya faktor
biologis di dalam tubuh, seperti meningkatnya aliran darah dan metabolisme di
otak. Bisa juga karena ada sesuatu yang nggak normal di struktur otak. Tapi
kebanyakan psikolog setuju, phobia lebih sering disebabkan oleh kejadian
traumatis.
Rasa takut merupakan reaksi
manusiawi yang secara biologis merupakan mekanisme perlindungan bagi seseorang
pada saat menghadapi bahaya. Ketakutan adalah emosi yang muncul pada saat orang
menghadapi suatu ancaman yang membahayakan hidup atau salah satu bidang
kehidupan tertentu. Ketakutan biasa disebut dengan tanda peringatan terhadap
hidup, peringatan agar berhenti, melihat atau mendengarkan.
3. 3 Siksaan yang sifatnya psikis
Siksaan yang sifatnya Psikis misalnya kebimbangan,
kesepian dan ketakutan.
·
Kebimbangan
dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapatmenentukan pilihan
mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang
itu pergi atau tidak, siapakah kawannya yang akan pacar tetapnya. Akibat
dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia
merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya,
masalah kebimbangan akan lama dialami,sehingga siksaan itu berkepanjangan.
Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputuan,
sehingga kebimbangan akan cepat dapat diatasi.
·
Kesepian dialami
oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia
dalam lingkungan orang ramai, kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan
dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau biarawan
yang tinggalnya ditempat yang sepi. Tempat mereka memang sepi tetapi hati
mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang
dialami seseorang. Seperti halnya kebimbangan, kesepian perlu cepat diatasi
agar seseorang jangan terus menerus merasakan penderitaan batin, sebagai homo
socius, seseorang perlu kawan, maka untuk mengalahkan rasa kesepian orang perlu
cepat macari kawan yang dapat diajak untuk berkomunikasi. Pada umumnya orang
yang dapat dijadikan kawan duka adalah orang yang dapat mengerti dan menghayati
kesepian yang dialami oleh sahabatnya itu, selain mencari kawan,
seseorang juga perlu mengisi waktunya dengan suatu kesibukan,khususnya yang
dapat bersifat fisik, sehingga rasa kesepian tidak memperoleh tempat dan waktu
dalam dirinya.
·
Ketakutan merupakan
bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa
takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai
phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan
seperti takut pada tikus, ular, serangga dan lain sebagainya. Tetapi pada
sementara orang ketakutan itu sedemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu.
Seperti pada kesepian, ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang
walaupun lingkungannya ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya
psikis.
4. Penyebab
seseorang merasa ketakutan
Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa
ketakutan, antara lain :
·
Claustrophobia
dan Agoraphobia.
Claustrophobia adalah
rasa takut terhadap ruangan tertutup, sedangkan Agoraphobia adalah rasa takut
yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka
·
Gamang merupakan
ketakutan bila seseorang di tampat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena
ia takut akibat berada di tempat yang yang tinggi, misalnya seseoarang harus
melewati jermbatan yang sempit, sedangkan dibawahnya air yang mengalir, atau
seseoprang takut meniti dinding tembok dibawahnya.
·
Kegelapan
merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempatyang
gelap. Sebab dalam pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu
yang ditakuti, misalnya setan, pencuri, orang yang demikian menghendaki agar
ruangan tempat tidur selalu dinyalakan lampu yang terang .
·
Kesakitan
merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami seseoarng
yang takut diinjeksi, ia sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi
ditusukkan kedalam tubuhnya,Hal itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya
akan menimbulkan kesakitan
·
Kegagalan
merupakan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan
dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk
bercinta lagi, karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi
kegagalan, trauma yang pernah dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan
kalau sampai terulang lagi.
6.3
Kekalutan mental
1. Pengertian kekalutan mental
Pengertian
kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami
kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat
mendapat kekalutan mental berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan
mental dan tidak tahu apa yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan
mental yang jatuh tersebut tak jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan
mental menjadi tak waras lagi atau gila. Karena itu orang yang mengalami kejatuhan
atau kekalutan mental seharusnya mendapat dukungan moril dari orang-orang dekat
di sekitarnya seperti orangtua, keluarga atau bahkan teman-teman dekat atau
teman-teman pergaulannya. Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat
semangat lagi dalam hidup.
2.
Gejala-gejala seseorang mengalami kekalutan mental
Gejala-gejala
permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
·
Nampak pada
jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
·
Nampak pada kejiwaannya
dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
·
Selalu iri hati
dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga dia menjadi
sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan detruksi diri dan
bunuh diri.
·
Komunikasi
sosial putus dan ada yang disorientasi sosial
·
Kepribadian yang
lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa
rendah diri, ( orang-orang melankolis)
·
Terjadinya
konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya
dengan lingkungan masyarakat
3.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan
Tahap-tahap
gangguan kejiwaan adalah:
·
Gangguan
kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun
rohaninya
·
Usaha
mempertahankan diri dengan cam negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara
benahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gantran kejiwaan bila
menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak
menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dan persoalan, tetapi melawan
atau memecahkan persoalan.
·
Kekalutan
merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami
gangguan
·
Krisis ekonomi
yang berkepanja gan telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit
jiwa, terutama gangguan kecemasan.
·
Dipicu oleh
faktor psychoeducational. Faktor ini terjadi karena adanya kesalahan dalam
proses pendidikan anak sejak kecil, mekanisme diri dalam memecahkan masalah.
Konflik-konflik di masa kecil yang tidak terselesaikan, perkembangan yang
terhambat serta tiap fase perkembangan yang tidak mampu dicapai secara optimal
dapat memicu gangguan jiwa yang lebih parah.
·
Faktor sosial
atau lingkungan juga dapat berperan bagi timbulnya gangguan jiwa, misalnya
budaya, kepadatan populasi hingga peperangan. Jika lingkungan sosial baik,
sehat tidak mendukung untuk mengalami gangguan jiwa maka seorang anak tidak
akan terkena gangguan jiwa. Demikian pula sebaliknya. Gangguan jiwa tidak dapat
menular, tetapi mempunyai kemungkinan dapat menurun dari orang tuanya. Namun
hal ini tidak berlaku secara absolut.
4. Sebab-sebab
timbulnya kekalutan mental
Kekalutan
mental yang dapat di alami oleh seseorang disebabkan oleh berbagai faktor yang
ada disekitarnya, dalam hal ini termasuk faktor-faktor internal atau dari dalam
orang itu sendiri maupun faktor eksternal atau hal-hal yang ada di lingkungan
sekitarnya, keduanya mengacu kepada konflik dan cara seseorang tersebut
menyelesaikan konflik atau masalahnya.
·
Kepribadian yang
lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal tersebut
sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, yang berangsur akan
menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya. Hal ini banyak terjadi
pada orang-orang melankolis.
·
Terjadinya
konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan
dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi,
misalnya orang dari pedesaaan yang telah mapan sulit menerima keadaan baru yang
jauh berbeda dari masa lalunya yang jaya.
·
Cara pematangan
bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan
sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak
emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai rasa rendah diri
yang lari ke alam fantasi.
5. Proses-proses kekalutan mental
Proses-proses
kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
·
Positif : trauma
(luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive
dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk
memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang
dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam
kehidupan.
·
Negatif : trauma
yang dialami diperlannkan atau diperturutkan, sehingga yang
bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.
Bentuk frustasi antara
lain :
·
Agresi berupa
kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik
berakibat mudah terjadinya hypertensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan
sadis yang dapat membahayakan orang sekitamya.
·
Regresi adalah
kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanankan (infantil),
misalnya dengan menjerit-jerit,menangis sampai meraung-raunganemecah
barang-barang.
·
Fiksasi adalah
peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan
membisu, memukul-mukul dada sendiri, membentur-benturkan kepala pada benda
keras.
·
Proyeksi
merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap
sendiri yang negatif pada orang lain, kata pepatah: awak yang tidak pandai
menari, dikatakan lantai yang terjungkit.
·
Identifikasi
adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya,
misalnya dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan diri dengan bintang
film, dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
·
Narsisme adalah
self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih
superior daripada orang lain.
·
Autisme adalah gejala
menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang
lain, is puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang
sinting.
6.4
Penderitaan dan perjuangan
1.
Hubungan antara penderitaan dan perjuangan
Setiap
manusia yang ada di dunia ini pasti akan mengalami penderitaan, baik yang berat
maupun yang ringan. Penderitaan adalah bagiuan kehidupan manusia yang bersifat
kodrati. Karena tergantung kepada manusia itu sendiri bisa menyelesaikan
masalah itu semaksimal munkgin apa tidak. Manusia dalah makhluk berbudaya,
dengan budaya itulah ia berusdaha mengatasi penderitaan yang mengancam hidupnya
atau yang dialaminya. Hal ini bisa mebuat manusia kkreatif, baik bagi penderita
sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau berada di sekitarnya.
Penderitaan dikatakan sebagai
kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia
hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, tetapi juga harus merasakan
penderitaan. Manusia juga harus optimis tiap mengalami penderitaan tersebut.
Katena penderitaan sebagaimana halnya hanya sebagai ujian dari yang Maha Kuasa.
Pembebasan dari penderitaan pada
hakekatnya untuk meneruskan kelangsungan hidup. Caranya manusia terssebut harus
berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar,
dengan waspada dan disertai doa kepada Tuhan supaya kita bisa terhindar dari
segala bahaya dan malapetaka. Manusia hanya berencana tetapi Tuhan juga yang
menentukan. Kelalaian manusia bisa menjadi sumber dari segala penderitaan
tersebut. Penderitaan yang terjadi selasin dialami sendiri ole orang yang
bersangkutan, tetpi juga bisa dialamai oleh orang lain. Penderitaan juga bisa
terjadi akibat kelalaian orang lain atau penderitaan orang lain.
6.5
Penderitaan,
media masa dan seniman
1. Hubungan antara penderitaan,
media masa dan seniman
Bagi media masa dan seniman penderitaan dibuat
melalui karya sastra yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat sehingga ikut
merasakan penderiaan tersebut. Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan
terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan
teknologi dan sebagainya. Penderitaan yang terjadi di seluruh dunia
merupakan salahs atu obyek sasaran media massa untuk membuat berita,kemudian
akan sampai ke seluruh penjuru masyarakat termasukpara seniman yang kemudian
akan mengapresiasikan rasasimpatinya melalui karya seni
Mensejahterakan manusia dan
sebagian lainnya membuat manusia. Penciptaan bom atom, reaktor nuklir, pabrik
senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya
penderitaan manusia. Hal ini sudah terjadi seperti bom atom di Hirosyima dan
Nagasaki, kebocoran reaktor nuklir di Unisovyet, kebocoran gas beracun di
India. Penggunaan peluru kendali dalam perang Irak.
Beberapa sebab lain yang
menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang
dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan
Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di
Condet, meletusnya gunung Galunggung, perang Irak dan Iran.
Media masa merupakan alat yang
paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia
secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai
untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati.
Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui
karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan
sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak yang
bernama Arie Hanggara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang
difilmkan dengan judul Arie Hanggara.
6.6
Penderitaan dan sebab-sebabnya
1.
Sebab-sebab timbulnya penderitaan
·
Penderitaan yang
timbul karena perbuatan buruk manusia.
·
Penderitaan yang
menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan
sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitamya.
·
Penderitaan ini
kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya
menjadi baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya.
·
Perbedaan nasib
buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu
manusia penyebabnya. Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia
lain menjadi menderita.
6.7
Pengaruh penderitaan
1. Pengaruh yang akan terjadi pada
seseorang jika mengalami penderitaan
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia.
Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan.
Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan
penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi
untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai
kenikmatan dan kebahagiaan.Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu
sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau
kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan
yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh
bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap
positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak
bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam
peribahasa "sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna",
"nasi sudah menjadi bubur". Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat
timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah
hidup.
Kesimpulan
Dalam hidup ini kita sering
mengalami kesenangan dan kesedihan,nasib baik dan nasib buruk,hal-hal tersebut
seperti roda yang berputar,adanya kesenangan pasti di iringi dengan
kesedihan,semua itu adalah cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa kepada kita,agar
kita lebih baik untuk menyikapi keadaan tersebut.
Penderitaan memang sesuatu yang tidak menyenangkan,tetapi
dengan adanya hal tersebut akan hadirlah kebahagiaan, jadi hendaklah kita
bersabar dalam menghadapinya. Karena Tuhan menguji kita agar kita menjadi
manusia yang lebih baik lagi.
Saran
Marilah dalam menjalani penderitaan itu hendaklah dengan
sabar,tidak mengeluh,dan yakin tidak selamanya nasib buruk dan kesengsaraan itu
kita alami dan akan berakhir ,maka kita akan bahagia menjalani hidup. Jika
orang menikmati kesenangan saja itu memang sudah biasa dan memang sudah
sepatutnya. Maka, jadilah orang yang bisa menikmati kesenangan dan penderitaan.
BAB 7
Manusia dan Keadilan
7.1
Pengertian keadilan
1. Pengertian keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral
mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut John Rawls, fi
lsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu fi lsuf politik terkemuka abad
ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari
institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”.
Pada intinya, keadilan adalah
meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya Istilah keadilan berasal dari kata
adil yang berasal dari bahasa Arab. Kata adil berarti tengah. Adil pada
hakikatnya bahwa kita memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Keadilan
berarti tidak berat sebelah, menempatkan sesuatu di tengah-tengah, tidak
memihak. Keadilan juga diartikan sebagai suatu keadaan dimana setiap orang baik
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara memperoleh apa yang
menjadi haknya, sehingga dapat melaksanakan kewajibannya.
2. Makna keadilan
Keadilan menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia berasal
darai kata adil yang berarti kejujuran, kelurusan dan keikhlasan dan tidak
berat sebelah, tidak memihak, tidak sewenang-wenang.
Menurut Ensiklopedi Indonesia kata Adil berarti :
·
Tidak berat
sebelah atau tidak memihak kesalah satu pihak.
·
Memberikan
sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya.
·
Mengetahui hak
dan kewajiban, mana yang benar dan yang salah, jujur, tepat menurut aturan yang
berlaku.
·
Tidak pilih
kasih dan pandang siapapun, setiap orang diperlakukan sesuai hak dan
kewajibannya.
3. Contoh keadilan
Contoh
keadilan dalam kehidupan sehari – hari :
·
Seorang pedagang
harus berlaku adil, ia harus seimbang dalam menimbang barang dagangannya karena
bila ia dapat menyeimbangkan timbangannya, maka ia tergolong dalam orang yang
adil. Apabila ia mau berusaha untuk jujur, untuk berlaku adil, dengan membuat
timbangannya seimbang, maka ia akan mendapat hasil yang baik dan pembeli tidak
akan merasa dirugikan.
·
Seorang
pemerintah yang adil harus dapat membagi rata perhatiannya terhadap rakyatnya.
Rakyatnya yang perlu perhatian yang sama rata untuk kemakmuran serta
kesejahteraan rakyatnya sangat perlu dilakukan. Adanya hal yang sama rata akan
membawa pada kehidupan yang lebih baik, karena sebuah keadaan yang sama rata
tidak akan menimbulkan sebuah perpecahan, namun akan melahirkan sebuah
kesetaraan.
7.2
Keadilan sosial
1. Sila dalam pancasila yang ada
hubungannya dengan keadilan sosial
Keadilan
merupakan sila kelima dari pancasila yang berbunyi "Keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia." Para pemimpin membuat perumusan
pancasila dengan berbagai uraian, seperti dari Bung Hatta dalam uraiannya
mengenai sila "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia",
menulis sebagai berikut"Keadilan sosial adalah langkah yang menentukan
untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur." Selanjutnya
diuraikan bahwa para pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 45 percaya bahwa
cita-cita keadilan sosial dalam bidang ekonomi ialah dapat mencapai kemakmuran
yang merata.
2. 5 Wujud keadilan sosial dalam perbuatan
dan sikap
·
Perbuatan luhur
yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
·
Sikap adil
terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta
menghormati hak-hak orang lain.
·
Sikap suka
memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan
·
Sikap suka
bekerja keras.
·
Sikap menghargai
hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan
kesejahteraan bersama.
3. 8 Jalur pemerataan yang merupakan asas
keadilan sosial
1.
Pemerataan
pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan papan (
perumahan ).
2.
Pemerataan
kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan keselamatan.
3.
Pemerataan
pembagian pendapatan.
4.
Pemerataan
kesempatan kerja.
5.
Pemerataan
kesempatan berusaha.
6.
Pemerataan
kesempatan berpartisipasi dalam pembagunan khurusnya bagi generasi muda dan
jaum wanita.
7.
Pemerataan
penyebaran pembangunan di wilayah tanah air.
8.
Pemerataan
kesempatan memperoleh keadilan.
7.3 Berbagai macam keadilan
1. Macam – macam keadilan
Ada
Berbagai macam keadilan yang didefinisikan berlainan antara lain :
1.
Keadilan Legal
atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa
keadilan clan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat
clan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang
menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man
behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto
menyebutnya keadilan legal.
Keadilan timbul karena
penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada
bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam
masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut
kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara
kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak
mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.
Ketidakadilan terjadi
apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas
yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian.
Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang
petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka
akan terjadi kekacauan.
2.
Keadilan
Distributif
Aristoles berpendapat
bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara
sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals
are treated equally). Sebagai contoh, Budi bekerja selama 30 hari sedangkan
Doni bekerja 15 hari. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali
dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Budi
menerima Rp.100.000,- maka Doni harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila
besar hadiah Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil dan melenceng
dari asas keadilan.
3.
Keadilan
Komutatif
Keadilan ini bertujuan
memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles
pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam
masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan
dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
7.4
Kejujuran
1. Pengertian kejujuran
Kejujuran sangat menentukan kesuksesan hidup
seseorang. Pengertian kejujuran yang paling sederhana adalah tidak
berbohong. Tapi tidak hanya itu saja, arti atau makna
kejujuran adalah kata-kata yang mengandung tiga unsur berikut:
·
KEBENARAN.
Kejujuran adalah apa yang Anda akan katakan adalah benar.
·
KEBAIKAN.
Kejujuran alalah apa yang akan Anda katakan adalah sesuatu yang baik.
·
KEGUNAAN.
Kejujuran adalah apa yang Anda ingin beritahukan adalah berguna.
Jadi pengertian atau makna kejujuran yang
meyeluruh adalah jika apa yang anda beritahukan adalah hal yang benar, baik dan
berguna.
Sebelum Anda mengatakan suatu kejujuran kepada orang
lain, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan
memikirkan apa yang akan Anda katakan. Itulah kenapa pengertian atau makna
kejujuran yang meyeluruh adalah jika apa yang anda beritahukan adalah hal
yang benar, baik dan berguna.
2. Hakekat kejujuran
"Ash-Shadiq (orang yang jujur) adalah orang
yang tidak mempedulikan tentang kemungkinan keluarnya segala ukuran dalam hati
orang lain demi menjaga kebaikan di dalam hatinya sendiri, dan tidak menyukai
jika harus menampakkan kebaikan amalnya meskipun sebesar biji dzarrah, dan dia
tidak enggan jika orang lain harus mengetahui keburukan dari amal
perbuatannya." (Imam Harits Al-Muhasibi)
Ketika saya membaca nasehat di atas, saya pun
merenung, apakah saya sudah termasuk ke dalam golongan orang-orang yang jujur?
Lalu, mulailah saya menggali mutiara hikmah yang berharga ini.
Pertama, orang yang tidak mempedulikan tentang
kemungkinan keluarnya segala ukuran dalam hati orang lain demi menjaga kebaikan
di dalam hatinya sendiri. Ada orang yang meremehkan kemampuanmu padahal engkau
mampu melakukan apa yang diragukannya. Maka, bila engkau ikhlas, engkau tidak
akan berhenti hanya karena ocehan negatif orang tersebut. Engkau akan terus
beramal karena yang menjadi tujuanmu adalah ridha Allah, bukan ridha manusia.
Jika engkau berhenti karena ocehan itu, berarti engkau termasuk ke dalam orang
yang riya. Maka, berbuat baiklah, beramal salehlah sebanyak dan semampu yang
engkau bisa meskipun seluruh manusia mencibirmu.
Kedua, orang yang tidak menyukai jika harus
menampakkan kebaikan amalnya meskipun sebesar dzarrah. Orang-orang yang ikhlas dan
jujur berusaha menutup-nutupi amalnya sendiri walaupun hal itu tidak bisa
dilakukan seluruhnya. Mereka tidak berusaha menampakkan kerajinan dan ketekunan
mereka dalam beribadah, keilmuan, dan sifat kedermawanan mereka. Mereka menjadi
orang-orang biasa saja tidak berambisi pada dunia, tidak menonjolkan diri
dengan harapan mendapat pujian. Walaupun pada kenyataannya pujian itu tak
pernah lepas dari diri mereka, tapi mereka menganggap ada atau tidak adanya
pujian sama saja bagi mereka.
Ketiga, orang tersebut tidak enggan jika orang
lain harus mengetahui keburukan dari amal perbuatannya (kesalahannya). Mungkin
inilah poin yang paling sulit dilakukan. Tapi, tidak akan sempurna kejujuran
dan keikhlasan tanpa melakukan poin ketiga ini. Seringkali karena keegoan kita
dan sikap selalu ingin dipuji, kita tidak menerima kritikan orang; tidak mau
menerima perkataan orang tentang diri kita meskipun pada kenyataannya perkataan
itu benar adanya. Maka, bagi orang yang jujur dia menerima semua itu dengan
lapang dada karena dia menyadari bahwa apa yang ada dalam dirinya jauh lebih
buruk daripada apa yang dikatakan orang itu kepadanya. Hanya saja Allah Yang
Maha Pengasih dan Maha Penyayang masih menutup aib-aibnya dan cukuplah itu
sebagai karunia yang sangat besar baginya.
Sahabatku, betapa mahal harga kejujuran! Tidaklah
mengherankan bila balasannya juga sangat mahal harganya melebihi kejujuran itu
sendiri. "Sesungguhnya kejujuran membimbing pada kebaikan, dan
kebaikan akan membimbing ke surga. Dan seseorang senantiasa jujur dan
membiasakan untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.
Dan sesungguhnya dusta membimbing pada kejahatan, dan kejahatan akan membimbing
ke neraka. Dan seorang hamba senantiasa berdusta dan membiasakan untuk berdusta
hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta." (HR. Bukhari
dan Muslim).
7.5
Kecurangan
1. Pengertian kecurangan
Kecurangan
atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula
dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa
yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari
hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa
bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak,
ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai
orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat
disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan
kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek
yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik.
Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan
berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila
manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia
akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.
2. Sebab-sebab orang melakukan
kecurangan
Bermacam-macam sebab
orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam
sekitarnya, ada 4 aspek yaitu :
1. Aspek ekonomi
2. Aspek kebudayaan
3. Aspek peradaban
4. Aspek teknik.
1. Aspek ekonomi
2. Aspek kebudayaan
3. Aspek peradaban
4. Aspek teknik.
Apabila
keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan
sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia
dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan
melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan. Lawan
buruk sudah tentu baik. Baik buruk itu berhubungan dengan kelakuan manusia.
Pada diri manusia seakan-akan ada perlawanan antara baik dan buruk. Baik
merupakan tingkah laku, karena itu diperlukan ukuran untuk menilainya. Namun,
sukarlah untuk mengajukan ukuran penilaian mengenai hal yang penting ini. Dalam
hidup kita mempunyai semacam kesadaran dan tahulah kita bahwa ada baik dan ada
lawannya, pada tingkah laku tertentu juga agak mudah menunjuk mana yana baik,
kalau tidak baik tentu buruk.
7.6 Perhitungan (HISAB) dan pembalasan
1. Macam-macam perhitungan dan
pembalasan
·
Nama Baik :
pandangan atas sikap dan perilaku sesorang baik tanpa pamrih yang dapat dinilai
oleh orang lain atas si pemilik nama tersebut. Dan pemilik nama mempunyai
kehormatan untuk menjaga nama baiknya itu. Sikap dan perilaku tersebut dapat
dilihat dari kebersamaan orang tersebut untuk tolong menolong dalam kehidupan
bermasyarakat.
·
Hakekat
Pemulihan Nama Baik : nama baik yang dimiliki oleh seseorang dapat tercoreng
atau ternodai jika orang tersebut telah melakukan sesuatu yang dapat meresahkan
masyarakat disekitarnya. Tetapi orang itu dapat memulihkan nama baiknya itu
kembali dengan tidak melakukan hal yang tidak baik atau hal yang dapat
meresahkan masyarakat dan membuktikan kepada masyarakat tersebut bahwa ia tidak
akan mengulang kembali hal tersebut.
·
Pembalasan :
dapat dikatakan membalas perbuatan orang lain yang pernah dilakukan kepadanya.
Dalam islam pembalasan merupakan suatu tindakan atau perbuatan yang tidak
terpuji. Lebih baik menyadarkan kepada orang itu bahwa perbuatannya itu tidak
baik, daripada kita harus membalas perbuatan orang itu.
7.7
Pemulihan nama baik
1. Pengertian tentang nama baik
Nama
baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak
tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih
jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu
kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat
hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik
atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan
tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan
santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang
dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah
kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak
sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk
memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf
tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat
darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu
ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan
mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk
Hal- hal yang menyebabkan pembalasan yaitu :
·
Orang itu tidak
terima karena diperlakukan dengan semena-mena
·
Dendam
·
Karena hasutan
teman
Keadilan yang terjalin di Negara ini
sangat memprihatinkan, hal ini dikarenakan turunnya derajat keadilan yang
dibuat atau dilakukan oleh manusia itu sendiri serta tidak mampu menjaga
keadilan yang ada dalam dirinya sendiri, hal tersebut pasti karena
iming-imingnya adalah uang. Hal tersebut mencerminkan bahwa hukum sekarang ini
dapat dibeli bagi orang kalangan atas, lantas bagaimana dengan kalangan bawah?
Salah satu contoh kasus di atas yaitu para koruptor yang ditangkap dan di tahan
dengan masa tahanan yang amat singkat dibandingkan dengan orang yang maling
ayam.
2.
Hakekat pemulihan nama baik
Pada
hakikatnya pemulihan nama baik itu adalah kesadaran yang disadari oleh manusia
karena dia melakukan kesalahan di dalam hidupnya, bahwa perbuatan yang dia
lakukan tersebut tidak sesuai dengan norma – norma atau aturan – aturan yang
ada di negeri ini, selain itu perbuatan yang menyebabkan hilangnya nama baik
seseorang adalah karena perbuatan yang mereka lakukan itu tidak sesuai dengan
aklakul karimah (akhlak yang baik menurut sifat – sifat Rasulullah SAW).
7.8
Pembalasan
1. Pengertian tentang pembalasan
Pembalasan
adalah sebuah perilaku yang ditujukan untuk mengembalikan perbuatan sesorang.
Ada pembalasan dalam hal kebaikan dan ada pembalasan yang bersifat buruk.
Pembalasan juga bisa disebut sebagai
hukuman ataupun anugrah, pembalasan diartikan sebagai hukuman ketika seseorang
mendapatkan kejadian buruk setelah berbuat kejahatan kepada orang lain dan
sebaliknya, pembalasan diartikan sebagai anugrah ketika seseorang mendapatkan
keuntungan setelah orang tersebut berbuat baik kepada orang lain. Pembalasan
bisa datang dari sesama manusia ataupun dari Allah swt. Banyak cara untuk
membuat hamba-Nya jera ataupun bahagia, karena rejeki atau musibah datang dari
arah yang tidak pernah kita duga.
2. Penyebab
pembalasan
1.
Karena melakukan
perbuatan yang dilarang dalam hukum ataupun agama.
2.
Karena ada suatu
aksi atau perbuatan yang menyebabkan orang ingin merespon aksi tersebut.
3.
Karena sebagai
ucapan terimakasih (pembalasan atas perbuatan positif)
3. Contoh pembalasan
Sebagai contoh jika ada seorang anak laki-laki yang di bantu oleh temanya dalam mengerjakan tugas sekolah, maka dalam diri anaka tersebut ada keinginan untuk membalas perbuatan temannya. Pembalasan dalam contoh ini adalah pembalasan yang bersifat positif karena apa yang di lakukan oleh sang teman adalah hal yang positif juga. Maka anak tersebut akan berusaha membalas perbuatan baik temannya tesebut dengan berbagai cara, misalnya membantu dalam mengerjakan tugas sang teman, atau dengan hal lain yang bersifat positif.
Tetapi jika sang teman meakukan suatu hal yang negatif pada
anak tersebut, maka dalam diri anak tersebut akan ada keinginan untuk membalas
perbuatan sang teman dalam hal yang negatif pula. Misalkan sang teman berusaha
mengejek anak laki-laki tersebut hingga dia tak mampu lagi menahan emosinya,
bisa saja pembalasan yang akan dilakukan oleh anak tersebut adalah hal yang
negatif seperti memukul sang teman hingga keduanya berkelahi, atau bisa saja
pembalasan itu berupa ejekan balik yang pada akhirnya akan menimbulkan
permusuhan.
Pembalasan yang positif cenderung akan menimbulkan hal yang
positif. Sebaliknya, pembalasan yang negatif akan menimbulkan hal yang negaitf
pula pada subjek.Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan
mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan
bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan dan pembalasan
yang diberikanpun pembalasan yang seimbang. yaitu siksaan di neraka.
Kesimpulan
Manusia dalam kehidupannya selalu dikaitkan dengan
dua pilihan antara bersikap jujur atau curang. bagi manusia yang mengerti bahwa
dirinya sebagai mahluk sosial dan mempedulikan arti dari keadilan sosial,
tentunya mereka akan selalu berusaha untuk bersikap jujur untuk kepentingan
bersama. tentunya juga agar selalu tercipta keadilan. namun bagi manusia yang
selalu mementingkan dirinya sendiri, kecurangan sudah menjadi hal yang biasa,
oleh sebab itu keadilan tidak menjadi tujuan bagi mereka yang melakukan kecurangan.
antara manusia yang bersikap jujur dan melakukan kecurangan mereka sama-sama
menjalani hidup mereka masing masing. namun orang yang berprilaku curang tidak
meyakini bahwa sesungguhnya nanti akan ada waktunya pembalasan bagi mereka,
baik itu di dunia ataupun di akhirat kelak.
Saran
Jadi, Saran dari keadilan dan manusia adalah kita
sebagai mahluk hidup harus memperjuangkan hak dan kewajiban kita jangan sampai
hak dan keadilan kita di rebut atau di salah gunaakan oleh yang tidak
berkepentingan
BAB
8
Manusia
dan pandangan hidup
8.1 Pengertian
pandangan hidup dan ideologi
1. Pengertian pandangan hidup
Pengertian Pandangan
hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman,
arahan,, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan
hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat
hidupnya. Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya, akan tetapi
pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3
macam :
1.
Pandangan hidup
yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya.
2.
Pandangan hidup
yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat
pada negara tersebut.
3.
Pandangan hidup
hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
2. Macam – macam sumber pandangan hidup
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya.
Akan tetapi pandangan hidup dapat diklisifikasikan berdasarkan asalnya yaitu
terdiri ari 3 macam :
1.
Pandangan hidup
yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2.
Pandangan hidup
yang berasal dari ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang
terdapat pada negara tersebut.
3.
Pandangan hidup
hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
3. Pandangan hidup muslim
Rumusan
tujuan hidup yang didasari oleh ajaran agama menempati posisi sentral, yakni
orang yang hormat dan tunduk kepada nilai-nilai agama yang diyakininya, melalui
figure Ulama Kharismatik, atau menurut kitab suci. Menurut ajaran Islam, tujuan
hidup manusia ialah untuk menggapai ridha Allah, ibtigha mardhatillah.
Firman Allah
: وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِـغَاءَ مَرْضَاةِ اللهِ وَاللهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ ,
artinya : “Dan di antara manusia ada orang
yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun
kepada hamba-hamba-Nya” (QS. 2 Al Baqarah : 207). Ridha artinya senang.
Jadi segala pertimbangan tentang tujuan hidup seorang Muslim, terpulang kepada
apakah yang kita lakukan dan apa yang kita gapai itu sesuatu yang disukai atau
diridhai Allah SWT atau tidak. Jika kita berusaha memperoleh ridha-Nya, maka
apapun yang diberikan Allah kepada kita, kita akan menerimanya dengan
ridha (senang) pula, ridha dan diridhai (radhiyatan mardhiyah).
Indikator ridha Allah juga dapat dilihat dari
dimensi horizontal, Nabi bersabda : “Bahwa ridha Allah ada bersama ridha kedua
orang tua, dan murka Allah ada bersama murka kedua orang tua”. Semangat untuk
mencari ridha Allah sudah barang tentu hanya dimiliki orang-orang yang beriman,
sedangkan bagi mereka yang tidak mengenal Tuhan, tidak mengenal agama, maka
boleh jadi pandangan hidupnya dan prilakunya sesat, tetapi mungkin juga
pandangan hidupnya mendekati pandangan hidup orang yang minus beragama, karena
toh setiap manusia memiliki akal yang bisa berfikir logis dan hati yang di
dalamnya ada nilai kebaikan.
Metode untuk
mengetahui Tuhan juga diajarkan oleh Nabi dengan cara bertanya kepada hati sendiri,
istifti qalbaka. Orang bisa berdusta kepada orang lain, tetapi tidak kepada
hati sendiri. Hanya saja hati orang berbeda-beda. Hati yang gelap, hati yang
kosong, dan hati yang mati tidak bisa ditanya. Hati juga kadang-kadang tidak
konsisten, oleh karena pertanyaan paling tepat kepada hati nurani, Nurani
berasal arti kata nur, cahaya. Orang yang nuraninya hidup maka ia selalu
menyambung dengan ridha Tuhan. Problem hati nurani adalah cahaya nurani sering
tertutup oleh keserakahan, egoisme, dan kemaksiatan.
4. Pengertian
ideologi
Ideologi(mabda’)
adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki
metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta, metode menjaga
pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain
dan metode untuk menyebarkannya.
Sehingga dalam Konteks definisi
ideologi inilah tanpa memandang sumber dari konsepsi Ideologi, maka Islam
adalah agama yang mempunyai kualifikasi sebagai Ideologi dengan padanan dari
arti kata Mabda’ dalam konteks bahasa arab.
Apabila kita telusuri seluruh dunia
ini, maka yang kita dapati hanya ada tiga ideologi (mabda’). Yaitu Kapitalisme,
Sosialisme termasuk Komunisme, dan Islam. Untuk saat ini dua mabda pertama,
masing-masing diemban oleh satu atau beberapa negara. Sedangkan mabda yang
ketiga yaitu Islam, saat ini tidak diemban oleh satu negarapun, melainkan
diemban oleh individu-individu dalam masyarakat. Sekalipun demikian, mabda ini
tetap ada di seluruh penjuru dunia.
5. 2 Hak ideologi
Dinilai
dari jenisnya, Hak Ideologi dibagi menjadi dua yaitu:
1. Ideologi
Terbuka
Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak
totaliter dan tidak dapat dipakai melegitimasi kekuasaan sekelompok orang.
Ideologi terbuka hanya berada dalam sistem pemerintahan yang demokratis.
Ideologi terbuka merupakan ideologi yang hanya berisi suatu orientasi dasar,
sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan norma-norma sosial-politik
selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang
di masyarakat. Operasional cita-cita yang akan dicapai tidak dapat ditentukan
secara apriori, melainkan harus disepakati secara demokratis.
2. Ideologi
Tertutup
Ideologi tertutup adalah ajaran atau pandangan dunia
atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial,
yang dinyatakan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan
harus dipatuhi. Kebenaran suatu ideologi tertutup tidak boleh dipermasalahkan
berdasarkan nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang lain.
Ideologi tertutup bersifat Dogmatis dan Apriori,
dogmatis berarti mempercayai suatu keadaan tanpa data yang valid, sedangkan
apriori , yaitu berprasangka terlebih dahulu akan suatu keadaan. ideologi
tertutup tersebut dipaksakan berlaku dan dipatuhi oleh masyarakat yang di atur
oleh masyarakat elit tertentu atau kelompok masyarakat , yang berarti bersifat
otoriter dan dijalankan dengan cara yang totaliter. bersifat totaliter berarti
menyangkut seluruh aspek kehidupan.
Dari arti kedua Ideologi ini, perbedaannya adalah
Ideologi terbuka bersifat inklusif, tidak totaliter dan tidak dapat dipakai
melegitimasi kekuasaan sekelompok orang, artnya bahwa sistem ini bersifat
demokratis dan terbuka, sedangkan Ideologi tertutup bersifat otoriter (negara berlaku
sebagai penguasa) dan totaliter, arti dari totaliter itu sendiri adalah bahwa
pemerintahan dengan kekuasaannya mempunyai hak mutlak untuk mengatur di segala
bidang aspek yang ada.
8.2
Cita – cita
1. Pengertian tentang cita – cita
Cita-cita adalah
suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang
cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu
hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya
maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus
melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini
sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri namun bagi yang
menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa
api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia tanpa cita-cita
ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti
kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang
yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan
dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan
kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen
ilmu dan pasir potensi diri.
Bagaimanakah jadinya nanti jika
kita memiliki beribu-ribu batu bata, berpuluh-puluh karung semen dan
berkubik-kubik pasir serta bahan-bahan bangunan yang lain untuk membuat rumah
namun kita tidak mempunyai rancangan maupun bayangan seperti apakah bentuk rumah
itu nanti. Alhasil, mungkin kita akan mendapatkan rumah dengan bentuk yang
aneh, gampang rubuh atau bahkan kita tidak akan pernah bisa membuat sebuah
rumah pun.
Fenomena seseorang tanpa cita-cita
bisa dengan mudah kita temui, cobalah tanya kepada beberapa orang siswa SMU
yang baru lulus, akan melanjutkan studi di mana mereka atau apa yang akan
mereka lakukan setelah mereka lulus. Mungkin sebagian dari mereka akan menjawab
tidak tahu, menjawab dengan rasa ragu, atau mereka menjawab mereka akan memilih
suatu jurusan favorit di PTN tertentu. Apakah jurusan favorit tersebut mereka
pilih karena memang mereka tahu potensi mereka, tahu seperti apa gambaran umum
perkuliahan di jurusan tersebut dan peluang-peluang yang dapat mereka raih
kedepannya karena berkuliah di jurusan tersebut, sekedar ikut-ikutan teman,
gengsi belaka, trend, karena mengikuti “anjuran” orang tua, atau bahkan asal
pilih? Yang terjadi selanjutnya adalah di saat perkuliahan sudah berlangsung,
beberapa dari mereka ada merasa jurusan yang dipilihnya tidak sesuai dengan apa
yang dia bayangkan atau tidak sesuai dengan kemampuannya. Boleh jadi setelah
itu ia akan mengikuti ujian lagi di tahun depan atau malas-malasan belajar
dengan Indeks Prestasi Kumulatif alakadarnya. Sungguh suatu pemborosan terhadap
waktu, biaya dan tenaga.
Dahulu ada sebuah tradisi kurung
ayam, balita yang sudah berumur beberapa bulan dikurung dalam sebuah kurungan
ayam yang ditutuipi kain. Lalu di sekeliling kurungan tersebut disimpan
berbagai macam benda yang mewakili profesi seperti gitar (musisi), spidol
(pengajar/guru), sarung tinju (atlit), pesawat-pesawatan (pilot) dan lain-lain.
Lalu orang tua akan memperhatikan benda apakah yang pertama kali diambil oleh
balita tersebut, jika ia mengambil terompet maka orang tua akan beranggapan
sang bayi kelak akan menjadi seorang musisi atau berpotensi menjadi seorang
musisi. Namun tampaknya adat semacam ini jarang dilakukan lagi. Nilai yang
dapat diambil dari tradisi semacam ini adalah bahwa orang tua mempunyai peranan
penting dalam memfasilitasi anaknya untuk mengeksplorasi bakat dan minat yang
dipunyainya. Dan membantu untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
Cita-cita bukan hanya terkait
dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup.
Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak,
menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan
segudang cita-cita lainnya. Namun seorang muslim tentunya akan menempatkan
cita-citanya di tempat yang paling tinggi dan mulia yaitu menggapai keridhaan
Allah.
2. Contoh cita –
cita
Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau
kebutuhan manusia itu adalah :
1.
Kelangsungan
hidup
2.
Keamanan
3.
Hak dan
kewajiban mencintai dan dicintai
4.
Diakui
lingkungan
5.
Perwujudan
cita-cita
8.3 Kebajikan
1.
Pengertian tentang kebajikan
Pengertian Kebajikan adalah merupakan suatu tindakan,
perilaku, kebiasaan untuk berbuat bajik / baik atau dalam kondisi ideal merupakan
perilaku yg telah dapat mengikuti tuntunan watak sejati secara alami. Dari
ayat2 suci diatas dapat diambil kesimpulan, pengertian Kebajikan yg bercahaya
itu karena hanya pada yg ber Kebajikan, Tian akan berkenan melindungi,
melimpahkan berkah rahmatNya (maka digambarkan sbg Kebajikan yg Bercahaya). Ada
pula pendapat yg lain, dikatakan bercahaya karena ketika seseorg melakukan
kebajikan tanpa pamrih berdasarkan panggilan watak sejatinya, aura org tsb akan
berubah menjadi terang / berkilau. Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya
adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau
etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan
makhluk bermoral. Dia adalah seorang individu yang utuh, terdiri atas jiwa dan
raga. Dia memiliki hati yang pada hakikatnya lagi, memihak pada kebenaran dan
selalu mengeluarkan pendapat sendiri tentang pribadinya, perasaannya,
cita-citanya, dan hal-hal lainnya. Dari yang dirasakan manusia tersebut,
manusia cenderung lebih memihak pada kebaikan untuk dirinya sendiri. Inilah
yang membuat sebagian manusia ‘terpilah’ menjadi manusia egois, yang seringkali
seperti tidak mengenal kebajikan.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat
dari 3 segi, yaitu :
a. Manusia sebagai pribadi, yang menentukan
baik-buruknya adalah suara hati.
b. Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai anggota masyarakat.
b. Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai anggota masyarakat.
2. Makna kebajikan
Makna
kebajikan Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik,
mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling
membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat.
Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan
sebagainya. Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang
baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati
adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang
dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
3. Faktor-faktor yang menentukan
tingkah laku seseorang
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap
orang ada tiga hal :
1.
Pertama faktor
pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam
kandungan.
2.
Faktor kedua
yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
3.
Faktor ketiga
yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah
diperoleh.
8.4
Usaha / Perjuangan
1. Pengertian usaha / perjuangan
Usaha/perjuangan
adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja
keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah
usaha/perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa
usaha/perjuangan manusia tak dapat hidup sempurna. Apabila manusia ingin
menjadi kaya, ia harus kerja keras. Bila seseorang ingin menjadi ilmuwan, ia
harus rajin belajar dan mengikuti semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan denga otak/ilmu atau
jasmani/tenaga, dan bisa juga keduanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras
dengan otak/ilmunya daripada jasmani/tenaganya. Sebaliknya buruh bekerja keras
dengan jasmani/tenaganya daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai
dan menigkatkan harkat dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia itu
miskin, melarat dan tidak mempunyai harkat dan martabat. Karena itu tidak boleh
bermalas – malasan, bersantai – santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat
ada waktunya dan manusia yang mengaturnya.
2. Ayat al-qur’an tentang usaha / perjuangan
Satu Ayat Al-Qur’an Tentang Usaha (Perjuangan) :
Allah berfirman dalam Al-Quran surat Ar-Ra’du ayat
11 :“ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran,
di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya
Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang
ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap
sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada
pelindung bagi mereka selain Dia.”
Sebagaimana hadist yang diucapkan Nabi Besar
Muhannad S.A.W. yang ditunjukkan kepada para pengikutnya : “Bekerjalah kamu
seakan-akan kamu hidup selama-lamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kamu
akan mati besok”.
8.5
Keyakinan atau kepercayaan
1. 3 Aliran filsafat
Menurut
Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran
naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
1.
Aliran
Naturalisme
Hidup manusia itu
dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan
gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan
2.
Aliran
intelektualisme
Dasar aliran ini adalah
logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir.
3.
Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah
kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari
Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.
2. Pengertian keyakinan atau kepercayaan
Keyakinan adalah
suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan
menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan
suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar atau, keyakinan semata
bukanlah jaminan kebenaran. jika keyakinan tidak ada maka keraguan akan muncul,
dan kesalahan akan sering kali menghalangi. keyakinan sangat penting dalam
kehidupan seperti keyakinan dalam memeluk agama.
Kepercayaan adalah
suatu keadaan psikologis pada saat seseorang menganggap suatu premisi benar.
jika kita yakin dalam satu hal maka kepercayaan akan muncul, keyakinan dan
kepercayaan sangan berdampingan dalam hidup. contoh : pada saat kesulitan
menghampiri maka sangat di perlukan sikap keyakinan dan kepercayaan agar
kesulitan yang di alami dapat di lewatkan. kenyakinan dan kepercayaan sangat
fital dalm hidup. jadi tidak ada salahnya kita gunakan keyakinan kita dengan
penuh percaya, mudah-mudahan bisa membantu dalm hidup.
8.6
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik
1. Langkah-langkah berpandangan hidup
yang baik
Manusia
pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita
memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada
yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada
pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan
sebagainya. Pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan
baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
1.
Mengenal
2.
Mengerti
3.
Menghayati
4.
Meyakini
5.
Mengabdi
Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa
pandangan hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing
kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi
kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan
aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang
telah dirumuskan. Setiap orang, baik dari tingkatan yang paling rendah sampai
dengan tingkatan yang paling tinggi, mempunyai cita-cita hidup. Hanya kadar
cita-citanya sajalah yang berbeda. Bagi orang yang kurang kuat imannya ataupun
kurang luas wawasannya, apabila gagal mencapai cita-cita, tindakannya biasanya
mengarah pada hal-hal yang bersifat negative.
Saran
Melalui
kesempatan ini, ada beberapa saran yang ingin penulis sampaikan, yaitu :
1. Tanamkan pandangan hidup atau prinsip hidup pada
anak sejak dini agar mereka kelak menjadi manusia yang bijak dan berwatak
mulia.
2. Baiknya seorang manusia memegang teguh pandangan
hidup yang dimilikinya agar dalam kehidupannya selalu melakukan kebajikan.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Komentar (Atom)
